
7 Fakta Menarik Perayaan Nyepi Bagi Masyarakat Hindu di Bali
- HARI Raya Nyepi menjadi salah satu hari besar yang dinanti-nantikan masyarakat Hindu Bali di Indonesia. Berbeda dengan upacara lain yang semarak, Hari Raya Nyep
News
HARI Raya Nyepi menjadi salah satu hari besar yang dinanti-nantikan masyarakat Hindu Bali di Indonesia. Berbeda dengan upacara lain yang semarak, Hari Raya Nyepi justru memberikan sensasi unik bagi Pulau Dewata.
Jauh sebelum pandemi Covid-19 merebak, saat Nyepi dilakukan, Bali yang biasanya meriah jadi mendadak diam dan tenang dalam sehari penuh. Padahal di hari-hari sebelumnya, Bali punya suasana yang jauh lebih meriah dengan beragam tradisi dan upacara adat, seperti Melasti dan Ngerupuk.
- Kabar Gembira, Mobile Banking BCA Sudah Dapat Digunakan Lagi
- Pupuk Indonesia Kembangkan Pupuk Ramah Lingkungan
- Jaringan M-Banking BCA Mulai Pulih, Jika Masih Terkendala Lapor Kesini Aja
- Bangun Bandara Kediri, Gudang Garam (GGRM) Tambah Modal Anak Usaha Rp2 Triliun
- Mundur dari Phapros (PEHA), Tri Andayani Resmi 'Nakhoda' Baru PT Pelni
Mulai dari tak ada warga yang beraktivitas, padamnya layanan seluler, hingga satu-satunya di dunia, berikut fakta unik yang hanya bisa ditemukan saat perayaan Hari Raya Nyepi di Bali yang dikutip dari berbagai sumber. Apa saja?
1. Hanya Dilaksanakan di Indonesia
Hari Raya Nyepi merupakan salah hari besar keagamaan Hindu Bali yang berasal dari India. Dirayakan setahun sekali, Nyepi ternyata hanya dilakukan di Indonesia saja untuk merayakan Tahun Baru Saka.
Melalui Nyepi, masyarakat Hindu Bali memaknai pergantian tarikh Saka sebagai bagian dari introspeksi diri. Sekaligus, merayakan persatuan, kebangkitan, dan juga pembaharuan.
2. Memperingati Momen Persatuan Suku dan Agama yang Berbeda
Bertepatan dengan Tahun Baru Saka, Nyepi menjadi momentum untuk mengenang keberhasilan Raja Kaniskha I yang memimpin suku Saka dalam memenangkan pertikaian antar suku bangsa di India. Yaitu suku Saka, Pahiava, Yueh Chi, Yavana, dan Malaya yang menang dan kalah silih berganti.
Konon, pada zaman dahulu, kelima suku itu berusaha memperebutkan kekuasaan dan menyebabkan kehidupan beragama menjadi terombang-ambing. Salah satunya adalah karena penafsiran ajaran yang berbeda satu dengan yang lain.
Namun ketika Raja Kaniksha I berhasil memenangkan suku Saka, akhirnya ia dinobatkan menjadi raja pada tanggal 1, bulan 1 (caitramasa) tahun 01 Saka, menurut Kalender Isaka. Atau kalau menurut kalender Gregorian, jatuh pada bulan Maret 78 Masehi.
Itu sebabnya, Tahun Baru Saka memiliki selisih jumlah tahun yang berbeda dengan tahun Masehi yang kamu gunakan. Untuk tahun 2019, umat Hindu di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Saka 1941.
3.Tidak Ada Layanan Internet, Siaran Televisi dan Radio
Mengikuti himbauan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), untuk memperingati Hari Raya Nyepi, operator telekomunikasi dan seluler akan memadamkan jaringan internet di Bali.
Meski begitu, tempat-tempat vital seperti rumah sakit, kantor polisi dan militer, pemadam kebakaran, BPBD, BMKG, BASARNAS, dan bandara masuk ke dalam kawasan yang dikecualikan. Selain internet, siaran radio dan televisi sudah juga dimatikan sementara untuk memperingati Hari Raya Nyepi.
4. Hari Nyepi mereduksi emisi dari Gas Karbon Dioksida (H2O) sebanyak 20.000 ton dalam sehari
5. World Silent Day” yang di rayakan setiap tgl 21 maret itu di inspirasi oleh Hari Raya Nyepi, dan di-acc oleh PBB.
6. Dalam sehari Nyepi di Bali menghemat Listrik sebanyak 60%, jika dirupiahkan sekitar Rp. 4 miliar, atau sekitar 290 megawatt (MW).
7. Hemat bahan bakar solar sebanyak 500.000 liter atau sebesar Rp. 3 miliar. Ini akibat pengistirahatan 2 Pembangkit listrik di Bali.
- Hotel-hotel Jaringan Archipelago Hadirkan Promo Harbooknas22
- Tahun 2022 Trading Forex Legal dan Terdaftar Masih Jadi Incaran
- Miliki Produk Unggulan, UMKM Kalimantan Disebut Potensial Tembus Pasar Jepang
Kedua pembangkit yang distop operasinya tersebut yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Pemaron yang biasa menghasilkan listrik sebesar 80 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk, yang biasa menghasilkan listrik sebesar 130 MW. (*)
