Nampak petugas sedang mengambil sampel tes PCR acak untuk sejumlah pedagang di pasar anyar Kota Tangerang, Rabu 5 Januari 2022. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia
JOGJOL

Ada Temuan Probable Omicron, Pemkot Yogya Imbau Perketat Pengawasan Pelaku Perjalanan

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta meminta para pelaku pariwisata untuk memperketat pengawasan protokol kesehatan (prokes) menyusu
JOGJOL
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta meminta para pelaku pariwisata untuk memperketat pengawasan protokol kesehatan (prokes) menyusul ditemukannya kasus probable Omicron di wilayah DIY.

Berdasarkan pemeriksaan oleh BBTKLPP Yogya, terdapat 12 kasus probable Omicron yang diperiksa lewat PCR S-gene target failure (SGTF) beberapa waktu lalu yang berasal dari Gunungkidul.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya, Heroe Poerwadi mengatakan bahwa, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan lebih lanjut soal perkembangan probable Omicron yang diperiksa oleh BBTKLPP Yogya.

Namun demikian, antisipasi terhadap penyebarannya diupayakan agar kasus Covid-19 tetap terjaga dan mampu dikendalikan di wilayah setempat. Termasuk pengetatan prokes dan juga pengawasan lewat pelaku perjalanan.

"Kalau di Jogja belum, tapi kalau di luar tidak tahu, kalau di Kota Jogja sampai ini kita belum mendapatkan kasus Omicron tapi kita memang selalu mengirimkan sampel yang CT valuenya di bawah 25, tapi sampai sekarang kita belum mendapatkan hasil positif omicron," jelas dia, Jumat (28/1/2022).

CT value merupakan angka siklus yang dibutuhkan pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi virus pertama kali. Biasanya, CT value yang terlalu tinggi atau terlalu rendah serta tidak memiliki gejala klinis merupakan salah satu kriteria dari virus varian Omicron.

Heroe memaparkan bahwa, rata-rata temuan kasus positif Covid-19 baru di wilayah itu masih didominasi oleh pelaku perjalanan. Per Kamis (28/1/2022) kemarin ada sebanyak 50 kasus aktif Covid-19 di wilayah itu.

"Yang sekarang harus kita jaga adalah penegakan prokes, karena selain hasil skrining sekolah dan RS, itu yang positif kita dapati dari pelaku perjalanan, bukan orang Jogja tapi asal Sleman atau Bantul. Yang saat perjalanan itu menginap dan pulang naik pesawat atau kereta baru ketahuan positif," ungkap dia.

Pihaknya telah meminta kepada insan pariwisata untuk memperketat pengawasan dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 dari pelaku perjalanan atau tamu wisata. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat luas untuk patuh terhadap 5M.

"Kemarin saya juga minta ke teman-teman PHRI agar memperketat prokes termasuk ketika dia check in itu juga harus lebih ketat. Karena memang ada beberapa pelaku perjalanan ini yang ditemui positif ketika tes PCR saat mau pulang," katanya.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono menyatakan bahwa, di masa pandemi ini semua pihak harus tetap mengikuti aturan prokes dan meminimalkan mobilitas ke luar rumah. Pihaknya melalui Satgas Covid-19 perhotelan juga tetap melaksanakan inspeksi ke sejumlah anggota PHRI untuk melakukan penguatan prokes di lapangan.

"Tidak hanya di masa Covid-19 tinggi saja pengawasan diperketat, tapi upaya antisipasi tentunya tetap dilakukan selama pandemi masih ada ditemukan, apalagi dengan adanya varian Omicron yang baru, semua tetap harus waspada," kata dia. (Anz)