
Antisipasi Omicron, Dinkes Kota Yogya Persiapkan Tambahan Bed dan Oksigen
- YOGYA, Jogjaaja.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya mengaku bakal mempersiapkan stok oksigen dan jumlah kamar pasien Covid-19 tambahan guna mengantisipasi
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya mengaku bakal mempersiapkan stok oksigen dan jumlah kamar pasien Covid-19 tambahan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 akibat ditemukannya varian Omicron.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Kota Yogya, Okto Heru Santosa mengatakan, antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19 tetap dilakukan meski belum ada laporan ditemukannya varian Omicron di wilayah setempat.
- 6 Destinasi Wisata Selain Pantai di Gunungkidul
- Gelar seri kelima IN-Connect, KUMPUL Ajak Penggerak juga Pegiat Startup Saling Berkolaborasi Manfaatkan Teknologi Artificial Intelligence untuk Akselerasi Pertumbuhan Industri Digital
- Tips Beli Mobil Baru dengan Mudah, Aman dan Nyaman di Era Digital
- Penjualan Honda Naik 14,8% Atau 7.005 Unit di Bulan November 2021, Brio Paling Banyak Dicari
- Lima Tanaman Hias ini Pernah Ngetrend di Tahun 2021
- Masyarakat Adat Butuh Perhatian agar Tetap Berdaya di Tengah Pandemi
"Saat ini slelter pasien Covid-19 di Bener, Tegalrejo kosong. Sementara bed isolasi di rumah sakit tersisa 20 unit. Jadi kita akan persiapkan jika sewaktu-waktu ada lonjakan kasus, termasuk stok oksigen," katanya, Senin (20/12/2021).
Okto menambahkan, saat i i jumlah ketersediaan stok oksigen berada dalam jumlah cukup. Sebab, jumlah kasus harian Covid-19 tidak lagi mengkhawatirkan seperti beberapa waktu lalu. Hanya saja, pihaknya bakal melakukan antisipasi jika kasus kembali melonjak.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogya, Yudiria Amelia mengatakan belum ada temuan varian Omicron dari kasus harian yang muncul di wilayah setempat.
"Sejauh ini yang kami temukan itu masih varian delta. Jangan sampai lah ada varian Omicron. Kami bisa mengantisipasi dengan mewaspadai dan disiplin prokes," kata Amelia.
Untuk bisa mengetahui penularan Omicron, butuh waktu karena harus melewati uji lab terlebih dahulu. Namun berdasarkan hasil penelitian selama ini, varian itu belum terdeteksi di Kota Yogya. Kasus harian yang selama ini tergolong rendah juga mayoritas tanpa gejala.
"Rata-rata mereka yang terpapar Covid-19 kan berasal dari pelaku perjalanan luar daerah, atau skrining. Sehingga, bukan karena sakit itu," kata Amel.
- Jangan Sampai Kelewatan, Nih 5 Judul WeTV Original Terbaru dari MD Pictures (FILM)
- Kampung Tomat Kaligawe RT 02 Bantul Dinilai Miliki Prospek Untuk Dikembangkan
- 6 Olahan Tomat Antimainstream, Rasakan Kenikmatannya
Amelia berharap masyarakat semakin sadar dan waspada apabila pandemi Covid-19 belum berakhir. Perlu semakin memperhatian prokes.
"Masker jangan lupa, karena sekarang sudah banyak yang dilepas-lepas, termasuk di Malioboro. Padahal di sana ramai wisatawan, bahkan dari luar daerah yang tingkat vaksinasinya belum 50 persen," katanya. (Anz)
