
Antisipasi Penyebaran DBD, Warga Purwokinanti Rutin Bersihkan Lingkungan
- Warga Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Kampung Tangguh Bencana (KTB) Purwokinanti melakukan pengecekan rutin di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Jogja
YOGYAKARTA, Jogjaaja.com – Warga Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Kampung Tangguh Bencana (KTB) Purwokinanti melakukan pengecekan rutin di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Lurah Purwokinanti, Sugiharti mengatakan kegiatan ini untuk menindaklanjuti surat edaran Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tentang kewaspadaan peningkatan DBD dan Leptospirosis di tengah pademi COVID-19.
"Saat musim hujan, lingkungan menjadi lebih rentan, lingkungan mudah kotor dibandingkan saat musim kemarau, Ini disebabkan karena kelembaban udara yang tinggi sehingga membuat sampah-sampah jadi mudah membusuk dan akhirnya menjadi sarang kuman," katanya, Senin (24/1/2022).
- Perjalanan Kraton Yogyakarta ke Tugu, Rumitnya Perjalanan Manusia Bertemu Tuhannya
- Inilah, Keuntungan dan Kekurangan Bisnis Dropship, Berminat ?
- Bukan Stasiun Tugu, Ternyata Ini Stasiun Tertua di Yogyakarta
Karena musim hujan ini pula, lanjutnya, genangan air yang dihasilkan semakin banyak dan berpotensi menjadi sarang dan tempat bertelur dari nyamuk.
“Kami rutin melakukan pemantauan dengan menyusuri tempat-tempat yang memiliki potensi menjadi sarang jentik nyamuk seperti pot tanaman, selokan, toilet dan beberapa tempat lainnya,” ungkapnya.
Pihaknya pun terus mengingatkan warganya untuk tetap mewaspadai potensi peningkatan penyakit menular yang disebabkan virus dengue ini.
“Tetap harus waspada demam berdarah. Apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan, jaga juga imun tubuh,” katanya.
- Bidang Urais Kanwil Kemenag DIY Gelar Advokasi Penanganan Konflik Kegiatan Bermasalah Tahun 2022
- RUPSLB 16 Februari, Direksi Bukalapak Bakal Dirombak Lagi
- Soal Penundaan Relokasi, Pansus DPRD Kota Yogya Bakal Koordinasi dengan DPRD Propinsi DIY
Selain membersihkan lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, warga di Kelurahan tersebut juga melakukan pemangkasan pohon-pohon besar.
"Pemangkasan hanya sebatas mengurangi dahan dan daun. Selain keindahan, juga untuk mengantisipasi potensi kerawanan pohon tumbang saat hujan deras," katanya.
Sugiharti mengungkapkan di wilayahnya banyak pohon yang berusia tua yang menjalar mendekati kabel listrik PLN. bebernya. (*)
