Peserta Mubes IKA Unimma.
News

Bangun Sinergi, IKA Unima Optimalisasi Peran untuk Almamater

  • Sebanyak 75 orang perwakilan dari 7 fakultas Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Magelang (IKA Unimma) mengikuti kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unimma pada Sabtu (30/7/2022) di Aula Kampus 1 Unimma Jl. Tidar 21 Magelang. Mubes tidak hanya untuk memilih ketua IKA Unimma yang baru, periode 2022- 2026, melainkan juga mendiskusikan berbagai program yang nantinya dirumuskan melalui program kerja pengurus terpilih.
News
Tyo S

Tyo S

Author

MAGELANG, Jogjaaja.com – Sebanyak 75 orang perwakilan dari 7 fakultas Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Magelang (IKA Unimma) mengikuti kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unimma pada Sabtu (30/7/2022) di Aula Kampus 1 Unimma Jl. Tidar 21 Magelang. Mubes tidak hanya untuk memilih ketua IKA Unimma yang baru, periode 2022- 2026, melainkan juga mendiskusikan berbagai program yang nantinya dirumuskan melalui program kerja pengurus terpilih. 

Mubes merupakan momentum demokrasi organisasi dalam rangka merevitalisasi fungsi peran dan eksistensi IKA Unimma sebagai organisasi modern, sehat dan progresif demi menunjang berbagai kebijakan guna pengembangan almamater. 

Drs. Isa Ashari, MM selaku Ketua IKA Unimma terpilih (melanjutkan kepemimpinan periode sebelumnya), menyampaikan bahwa peran alumni dalam berbagi kesempatan harus dimanfaatkan dan dikembangkan.  Melalui momentum pelaksanaan Mubes IKA Unimma, posisi dan peran IKA Unimma akan dibangkitkan. Alumni menjadi bagian penting dari sebuah lembaga pendidikan. 

“Alumni saling membutuhkan dan harus bersinergi dengan almamaternya. Selanjutnya, alumni harus menjadi tolak ukur kesuksesan suatu lembaga perguruan tinggi, sehingga keberadaan alumni menjadi indikasi kriteria keberhasilan lembaga Perguruan Tinggi tersebut dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.   Keberadaan IKA Unimma sangat penting dalam memberikan kontribusi secara simultan dalam rangka proses perbaikan dan pengembangan Unimma,” ujar Isa Ashari.

Kepala Divisi Pemberdayaan Alumni Subur, SP.I, MSi menyatakan bahwa IKA Unimma bukanlah  sebagai suatu organisasi biasa tetapi IKA Unimma harus mampu membantu pencapaian Pola Ilmiah Pokok Unimma yaitu  menjadi organisasi pengembangan kreatifitas, inovasi sumberdaya  berbasis “Islamic Entrepreneurship”. 

“Upaya ini hanya bisa tercapai jika perguruan tinggi dan alumninya bersinergi.  Alumni yang sukses tidak bisa dipisahkan dari Perguruan Tinggi tempatnya menimba ilmu. Besar atau kecil sumbangsih Perguruan Tinggi telah menjadi bagian dari suksesnya seorang alumni,” tutur Subur.

Sebaliknya, lanjut Subur, perguruan tinggi yang mampu memfasilitasi dan menghargai alumninya (apalagi yang sudah sukses) melalui wadah Ikatan Alumni maka dengan sendirinya akan dipromosikan sebagai “tempat belajar” yang direkomendasi dan berkualitas. Sangat disayangkan, jika banyak alumni yang sukses dan memiliki potensi, tapi tidak mampu “bersinergi” dengan perguruan tingginya. Menurutnya, membangun sinergi berarti membangun kepedulian terhadap pengembangan Unimma.

Apalagi dengan tuntutan Kemendikbud terkait implementasi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) - sinergi alumni dengan perguruan tinggi mutlak dibutuhkan.   Dengan dibangunnya suatu sinergi, maka alumni yang telah berkiprah di masyarakat akan  mudah memberikan sumbangan berupa apapun;  saran, pemikiran, dan juga pendanaan serta koneksi ke berbagai relasi yang memungkinkan untuk melakukan kerjasama  dengan Unimma.  

Ini tentu akan sangat membantu Unimma untuk mengembangkan dirinya dan sekaligus mempercepat kemajuan serta prestasi dan kualitasnya.  Berbagai lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri, tentu juga akan  dengan mudah menjalin kerjasama dengan Unimma disebabkan  peran para alumninya.

Artinya kalau saat ini tidak dimulai memperhatikan persoalan alumni, maka  perguruan tinggi sangat mungkin akan dilupakan. Dan itu sama sekali tidak akan bisa menguntungkan bagi Unimma.  Meskipun peran mereka di negeri ini belum strategis, namun  perguruan tinggi harus menempatkan alumni sebagai corong kepada masyarakat.  

“Kalau mereka belum bisa membantu Perguruan Tinggi dengan peran mereka, paling tidak alumni bisa memberikan referensi bagi para pihak yang  diharapkan bisa bekerjasama dan memberikan kepercayaan kepada Unimma, setidaknya mereka akan bisa meyakinkan kepada masyarakat bahwa almamater mereka cukup bagus dan menjanjikan sesuatu yang sangat  prospektif,” pungkas Subur. (*)