
Bank Neo Commerce Luncurkan Produk Investasi Reksa Dana Digital Untuk Sasar Milenial
- PT Bank Neo Commerce Tbk menggandeng PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen meluncurkan produk reksa dana digital.
Ekonomi, Fintech & UMKM
JAKARTA, Jogjaaja.com - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) melakukan kerja sama dengan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM). Lewat kerja sama ini, PT Bank Neo Commerce meningkatkan peran menjadi agen penjual efek reksa dana.
Presiden Direktur Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan varian produk. Hal tersebut merupakan komitmen BNC dalam menyediakan layanan perbankan digital secara end to end.
"BNC sebagai bank digital terdepan berkomitmen untuk terus menyediakan pilihan produk yang beragam, salah satunya melalui produk reksa dana," ucap Tjandra Gunawan, dalam keterangan pers seperti dikutip dari Trenasia.com, jejaring media Jogjaaja.com, Rabu, Rabu, 15 Desember 2021.
- Demi Tingkatkan Kualitas, Kampus Negeri Dilarang Angkat Dosen Tetap Non-PNS
- Kabupaten Kulon Progo Terima Penghargaan Gerakan Menuju Smart City Kategori Dimensi Smart Governance dari Kemenkominfo
- Desak Police Line KM 101 Hauling Dibuka, Emak-Emak Ikut Barisan Aksi
Adanya kerja sama ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi para nasabah dan segmen milenial terutama yang merupakan investor pemula untuk berinvestasi dengan proses yang mudah dan terjangkau.
"Melalui kerja sama ini, kami akan menawarkan berbagai jenis produk reksa dana. Mulai dari produk dengan profil risiko renda, hingga produk dengan profil risiko tinggi seperti reksa dana saham,"tutup Tjandra.
Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Oktober 2021, jumlah investor pasar modal terus mengalami peningkatan secara signifikan dari jumlah SID yang terbentuk.
- Kucurkan Investasi Rp71 Triliun di Indonesia, Amazon Web Services Resmi Buka Region Jakarta
- Efek Electrifying Agriculture, Petani Lahan Pasir Tak Subur di Bantul Jadi Makmur
- Kabupaten Bantul Raih Penghargaan Program Smart City Kategori Smart Society dari Kemenkominfo
Kini, di Indonesia jumlah investor reksa dana mengalami peningkatan lebih dari 50% pada 2021. Selain itu, jumlah investor reksa dana mencapai 6,1 juta orang per Oktober 2021. Dari jumlah tersebut, hampir 60% atau sekitar 4 juta investor dengan usia di bawah 30 tahun. Artinya bahwa terjadi peningkatan minat generasi muda untuk berinvestasi khususnya di reksa dana.
"Reksa dana merupakan produk investasi yang banyak diminati nasabah kami. Karenanya merupakan tanggung jawab kami untuk menyediakan produk reksa dana," tambah Tjandra. (*)
