
Bentuk Pemberdayaan Kawasan Selatan, Pemda DIY Luncurkan Trans Jogja Rute Malioboro-Palbapang
- Warga Bantul kini memiliki alternatif transportasi umum baru untuk mobilitas sehari-hari dengan hadirnya Trans Jogja (TJ) dengan Jalur Malioboro - Palbapang. Mulai beroperasi sejak Selasa (1/11/2022), jalur baru ini diresmikan oleh Wakil Gubernur DIY, K.G.P.A.A. Paku Alam X, bersama Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dan jajaran terkait, pada Kamis (3/11/2022) di Terminal Palbapang Bantul.
News
BANTUL, Jogjaaja.com – Warga Bantul kini memiliki alternatif transportasi umum baru untuk mobilitas sehari-hari dengan hadirnya Trans Jogja (TJ) dengan Jalur Malioboro - Palbapang. Mulai beroperasi sejak Selasa (1/11/2022), jalur baru ini diresmikan oleh Wakil Gubernur DIY, K.G.P.A.A. Paku Alam X, bersama Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dan jajaran terkait, pada Kamis (3/11/2022) di Terminal Palbapang Bantul.
Jalur baru Trans Jogja ini melewati sepanjang ruas Jalan Bantul, hingga Terminal Palbapang. Total ada lebih dari 20 titik pemberhentian Trans Jogja di Kabupaten Bantul yang dekat dengan pusat-pusat keramaian, sekolah, dan perkantoran, misalnya Pasar Niten, SMP N 2 Bantul, Pasar Bantul, Tugu Adipura, Stasiun Palbapang, dan SMA N 1 Bantul.
Hadirnya Trans Jogja di Bantul, sekaligus mengembalikan sejarah koneksi Ngabean - Palbapang yang pada tahun 1895 dibangun stasiun kereta api sebagai bagian dari trase Jogja-Srandakan-Sewugalur. Hal ini sejalan dengan visi misi kedua Gubernur DIY (2022-2027) yakni, pemberdayaan kawasan selatan yang dirumuskan dengan optimalisasi infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, dan perlindungan atau pengelolaan sumber daya setempat.
Membacakan sambutan Gubernur DIY, Sri Paduka mengatakan bahwa sejatinya layanan angkutan umum telah diselenggarakan Pemda DIY sejak 14 tahun lalu. Pemda DIY juga berkomitmen memberikan subsidi angkutan umum perkotaan melalui APBD.
“Adapun momen peresmian hari ini menjadi bukti konkret Pemda DIY dalam mendukung mobilitas masyarakat khususnya kawasan perkotaan Yogyakarta, yang sekarang dikembangkan ke arah selatan, pada sebuah titik yang cukup sentral di Kabupaten Bantul,” terang Sri Paduka.
Hadirnya rute koridor Palbapang-Ngabean, diharapkan akan mengulang kembali kejayaan sejarah 127 tahun lalu. “Rekoneksi dua kawasan tersebut mendukung mobilitas masyarakat Kabupaten Bantul menuju pusat Kota Jogja dan sebaliknya,” harap Sri Paduka.
Sri Paduka juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bantul yang telah menjadi mitra dalam pembangunan sistem dan pelayanan transportasi umum bagi masyarakat Yogyakarta dan Bantul.
Sementara, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, menyampaikan bahwa keberadaan rute baru tersebut dapat mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik. Sekaligus sebagai upaya untuk meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi yang mendominasi dan belum disertai dengan penambahan ruas jalan.
Selain itu, banyaknya alat transportasi pribadi juga meningkatkan tingkat konsumsi bahan bakar minyak. "Hadirnya Trans Jogja ini akan membantu mencukupi kebutuhan transportasi bagi pelajar. Semoga juga dapat mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bantul. Rute baru ini akan mendekatkan wisatawan di sejumlah destinasi wisata di Bantul. Sebut saja seperti sentra gerabah di Kasongan. Kami harap akan semakin mudah menjangkaunya,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti menyampaikan nantinya akan ada 8 armada yang melayani rute ini dengan beberapa titik pemberhentian atau halte. “Jam operasional mulai pukul 05.30 WIB hingga 18.00 WIB. Layanan ini masih kita evaluasi,” ujar Ni Made.
Disamping membuka koridor baru, rencananya akan diberlakukan skema gratis bagi pelajar, lansia dan penyandang disabilitas. Hal tersebut sudah sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan tertanggal 31 Oktober 2022.
"Memang kita akan berbayar sudah berbayar tapi tentunya kita juga mempunyai kebijakan bahwa untuk khusus pelajar kemudian untuk lansia dan teman disabilitas," katanya.
Sementara, layanan gratis tersebut merupakan program dari BTS (Bus Teman Sekolah) dan hanya berlaku untuk pembelian cashless dengan kartu. “Untuk Trans Jogja biasa, bisa cashless dan manual, hybrid. Tarifnya Rp3.600 sekali jalan atau kalau langganan Rp2.700,” tutupnya. (*)
