News

Berikut Penjelasan Air Laut Rasanya Asin dan Tidak Boleh Diminum

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa lautan yang begitu luas rasa airnya asin?Ini pertanyaan yang masuk akal, mengingat hampir semua sum
News
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa lautan yang begitu luas rasa airnya asin?

Ini pertanyaan yang masuk akal, mengingat hampir semua sumber air laut itu berasal dari daratan melalui sungai-sungai dan air hujan. Namun, mengapa air yang mengalir ke laut tidak tawar lagi?

Melansir laman Natural History Museum (NHM), penyebab asinnya air laut adalah garam yang berasal dari bebatuan di darat yang begitu banyak.

Bahkan saking banyaknya, seandainya garam di lautan dapat dipindahkan dan disebar secara merata di permukaan tanah bumi, maka akan membentuk lapisan setebal lebih dari 166 meter atau kira-kira setinggi gedung perkantoran 40 lantai.

Tapi, dari mana asalnya garam ini?
NHM menulis, bahwa garam yang sedemikian banyak ini terutama disebabkan oleh hujan yang mencuci ion mineral dari daratan menjadi air. Asam karbonat di udara larut ke dalam air hujan dan membuatnya sedikit asam.

Hujan secara fisik juga mengikis batuan dan asam secara kimiawi memecah batuan dan membawa garam dan mineral bersama dalam keadaan terlarut sebagai ion. 
“Selanjutnya, ion-ion di limpasan dibawa ke sungai dan kemudian ke laut,” tulis NHM.

Banyak ion terlarut digunakan oleh organisme di laut dan dikeluarkan dari air. Dan lainnya tidak digunakan dan dibiarkan untuk jangka waktu yang lama di mana konsentrasi mereka meningkat dari waktu ke waktu.

Bahkan, perairan yang terisolasi bisa menjadi ekstra asin, atau hipersalin, melalui penguapan. Misalnya Laut Mati yang kandungan garamnya sangat tinggi sehingga meningkatkan kepadatan air.

Sebab itu juga orang lebih mudah mengapung di Laut Mati daripada di lautan lain.

Selain itu, gunung berapi bawah laut dan lubang hidrotermal di dasar laut juga dapat melepaskan garam ke laut.
Situs Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengungkapkan dua ion yang paling sering hadir dalam air laut adalah klorida dan natrium.

Keduanya membentuk lebih dari 90 persen dari semua ion terlarut dalam air laut.

Konsentrasi garam dalam air laut (salinitasnya) sekitar 35 bagian per seribu; dengan kata lain, sekitar 3,5 persen dari berat air laut berasal dari garam terlarut.

Pertanyaan berikutnya, mengapa air laut tidak bisa diminum?

Dikutip dari Live Science, air laut yang asin tersebut tidak akan menghilangkan haus seseorang.

Bahkan, meminumnya terlalu banyak dapat menyebabkan kematian karena dehidrasi.  Pasalnya, konsumsi air laut terlalu berat untuk diolah oleh ginjal.

Rob DeSalle, kurator di Sackler Institute for Comparative Genomics di American Museum of Natural History, mengatakan rasa asin air laut terlalu tinggi untuk bisa diproses dengan aman oleh manusia. Pasalnya, sel manusia membutuhkan air dalam bentuk murni.

"Bagi kebanyakan hewan, ginjal menyaring kotoran dari air [yang masuk ke tubuh]," kata DeSalle dikutip dari Live Science, Selasa (5/7/2022).
Hal ini dilakukan dengan membuang kandungan garam lewat urine yang dihasilkan ginjal dengan melarutkan kotoran dalam air berlebih. Kemudian, kotoran dikirim ke kandung kemih untuk dibuang.

Menurut NOAA, ginjal hanya dapat menghasilkan urine yang tak lebih asin daripada darah kita. Sementara, air asin mengandung lebih dari tiga kali jumlah garam yang biasanya ada dalam darah manusia.

Ini berarti untuk setiap cangkir air asin yang diminum, seseorang harus minum setidaknya minum air dengan volume yang sama agar ginjal Anda mengeluarkan semua garam. (Eff)