
BPPTKG Pastikan Terus Awasi Perkembangan Kubah Merapi
- YOGYA, Jogjaaja.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, petugas masih aktif memantau perkembangan Gun
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, petugas masih aktif memantau perkembangan Gunung Merapi dan melakukan pengambilan gambar setiap saat serta menganalisis morfologi secara menerus, baik kubah lava yang baru (kubah barat daya dan tengah) serta lava-lava lama yang ada disekitar kubah-kubah baru tersebut.
"Selain morfologi, kita juga menghitung volume kubah. Sampai saat ini kubah-kubah yang ada tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan. Volume kubah barat daya per 24 Desember 2021 sebesar 1,65 juta m3. Volume tersebut untuk Merapi bukan volume yang "huge", ini masih wajarnya Merapi," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Kamis (30/12/2021).
- Tahun 2021, BNN Bantul Rehabilitasi 37 Orang Rawat Jalan dan 18 IBM
- Bupati Sleman Serahkan Bantuan Paket Sembako Bagi Perempuan Terdampak Pandemi
- Pemerintah Kabupaten Bantul Donasi Bantuan Tahap II untuk Korban Erupsi Gunung Semeru
- Natal Bersama DIY : Berbagi Dalam Keterbatasan Menuju Solidaritas Bersama
- Bukan Pengerak Pembangunan, Generasi Muda Masih Sebatas Objek Saat Pemilu
- Jadi Penyangga Gunung Api Purba Nglanggeran, UGM Kembangkan Model Get and Go di Bumi Wisata Ngoro-oro
Dia menjelaskan, hasil analisis kubah lava sudah rutin disampaikan ke stakeholder dan masyarakat termasuk dalam laporan aktivitas mingguan. Saat ini pihaknya masih tetap memberlakukan status Merapi di tahap siaga atau level III.
"Rekomendasi bahaya yang sudah ditetapkan sejak Januari 2021 berdasarkan skenario jika kubah tersebut runtuh. Sampai saat ini, tidak ada perubahan parameter yang signifikan di Merapi," jelas Hanik.
Walaupun demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada warga masyarakat untuk harus meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi Merapi.
- Mereka yang Menunggu di Banda Naira Jadi Sajian Menarik di Youtube Indonesia Kaya
- Pasar Modal Indonesia Kembali Adakan Vaksinasi Dosis Dua di Kapanewon Girimulyo Kulonprogo
- Ikuti Jejak GoTo, J&T Express Jadi Decacorn Kedua Asal Indonesia
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal tiga km ke arah sungai Woro dan sejauh lima km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga km dari puncak," ungkap dia. (Anz)
