Bregada Rakyat Malioboro
Budaya

Bregada Rakyat Malioboro Bisa Jadi Magnet Bagi Wisatawan

  • Bregada Rakyat Malioboro dinilai menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Hal ini karena Bregada Rakyat Malioboro telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan.
Budaya
Tyo S

Tyo S

Author

YOGYAKARTA, Jogjaaja.com - Bregada Rakyat Malioboro dinilai menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Hal ini karena Bregada Rakyat Malioboro telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan. 

“Sangat atraktif dan menarik untuk bisa berfoto bersama. Namun alangkah baiknya kalau bregada ini juga dibekali dengan informasi. Sehingga wisatawan yang bertemu dengan bregada seperti bertemu dengan guide yang pandai, yang bisa menyajikan informasi dengan menarik. Saya atas nama Pemerintah Daerah DIY menyambut gembira bregada yang dibuat semakin menarik dan atraktif ini sehingga daya tarik Malioboro semakin baik,” ujar Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, saat melepas empat bregada rakyat yang akan menjaga Kawasan Malioboro, Selasa (14/12/2021).

Empat bregada tersebut adalah Bregada Saeka Kapti, Bregada Wirososro, Bregada Rekso Winongo, dan Bregada Suryatmaja.

“Harapan saya, teman-teman di Dinas Pariwisata DIY bisa membuat event yang berlangsung secara kontinyu dan pergantian bregada dapat dilakukan tak hanya di satu tempat namun juga di tempat lain,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan keempat bregada memiliki tiga tugas penting. Pertama sebagai ikon pariwista, kedua sebagai agen promosi pariwisata. Peran ketiga sesuai kondisi menjadi agen pengawas protokol kesehatan COVID-19 di kawasan Malioboro.

“Jadi selain ikon parwisata dan agen promosi pariwisata, juga sebagai agen protokol kesehatan CHSE. Kalau ada wisatawan tak pakai masker diingatkan, lalu tidak jaga jarak dan kerumunan ditegur. Fungsinya untuk menjaga prokes,” jelasnya.

Adapun pemilihan anggota bregada mengandalkan kearifan lokal yang ada. “Dengan melibatkan warga dari kampung sekitar kawasan Malioboro. Pertimbangannya karena memiliki riwayat sejarah kawasan Malioboro. Selain itu juga sebagai wujud pemberdayaan masyarakat,” urai Singgih.

Singgih menuturkan Bregada Rakyat Malioboro adalah program lanjutan dari Atraksi Budaya di Sepanjang Malioboro. Menjadi salah satu penguat berbasis budaya dibentang sumbu filosofi. Sejatinya program ini telah berjalan sejak awal 2020. “Sekarang dapat revitalISasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk tata busana, tata rampak dan tata gending. Semua direkonstruksi agar menarik jadi ikon pariwisata di Yogyakarta,” tuturnya.

Untuk tugas keempat bregada, selanjutnya akan berjaga setiap akhir pekan Sabtu dan Minggu. Jam operasional penjagaan dilakukan sejak pukul 15.30 WIB hingga 21.00 WIB. Total ada lima pasang prajurit yang berjaga di lima titik kawasan Malioboro. (*)