
Buntut Kasus Tembak Data Vaksin, Satgas Vaksin DIY Perketat Pengawasan Data Pedulilindungi
- YOGYA, Jogjaaja.com - Satgas Percepatan Vaksinasi DIY mengaku akan memperkuat pengawasan berkaitan dengan proses pemasukan data ke aplikasi Pedulilindungi menyu
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Satgas Percepatan Vaksinasi DIY mengaku akan memperkuat pengawasan berkaitan dengan proses pemasukan data ke aplikasi Pedulilindungi menyusul ditemukannya fenomena tembak data vaksin yang nari diungkap oleh Polresta Yogyakarta.
"Kita tetap mengawal integrasi data dan akak kita perketat lagi pengawasan di lapangan," kata Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi DIY, Sumadi, Kamis (23/2/2023).
Sumadi mengaku prihatin dengan adanya temuan praktik tembak data vaksin itu. Apalagi oknum yang menjual jasa tersebut merupakan seorang tenaga kesehatan yang mestinya ikut serta dalam upaya penanggulangan Covid-19. Pihaknya berharap agar praktik serupa tidak terjadi di wilayah Yogyakarta.
"Kami yakin bahwa teman-teman sudah profesional berkaitan dengan pekerjaannya dan tidak mau hal-hal seperti itu. Kita kan sudah kerja keras untuk penanggulangan Covid-19, tentu akan sia-sia nanti semuanya kalau ada praktik demikian," ucap dia.
Menurutnya, tindakan oknum tersebut tentu bertentangan dengan semangat semua pihak yang telah berusaha optimal dalam menanggulangi Covid-19. Hal itu sedikit banyak akan menganggu program perencanaan pemerintah dalam hal penanggulangan pandemi.
"Itu kan berdampak pada perencanaan selanjutnya bahwa keadaan lapangan tidak mendukung dengan data yang tercatat, ke depan kita akan minta petugas di lapangan yang akan melakukan vaksinasi bahwa pencermatan itu harus dikaji," ucapnya.
Sebelumnya, Polresta Yogyakarta menangkap seorang oknum tenaga kesehatan asal Kalimantan Barat setelah melakukan patroli siber atas kasus tembak data vaksin. Ia menjual jasa itu lewat media media kepada masyarakat yang enggan divaksin. Dengan membayar tarif tertentu, status vaksinasi pelanggan akan aktif di aplikasi Pedulilindungi.
[18.43, 23/2/2023] Josep Harian Jogja: Bersama Mafindo, YLKiS Wujudkan Lansia Cakap Digital.
Demi mewujudkan lansia cakap digital, Yayasan LKiS bekerja sama dengan Tular Nalar Mafindo menyelenggarakan kegiatan Akademi Digital Lansia (ADL) Kamis (23/2/2023) di Sanggar Candi Sapta Rengga Wirogunan Yogyakarta.
Staff pengembangan media YLKiS, Luthfi Aziz menyampaikan, pesatnya perkembangan teknologi informasi serta semakin meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun, mengantarkan pada sebuah situasi yang biasa
disebut sebagai banjir informasi. "Situasi tersebut merupakan keadaan di mana seseorang mengkonsumsi terlalu banyak informasi dalam satu waktu," katanya.
Menurutnya salah satu akibat yang dirasakan adalah kesulitan dalam membuat keputusan serta rentan terpapar informasi bohong atau hoaks atau berita bohong. Warga Lansia menjadi salah satu di antara kelompok masyarakat yang cukup rentan terpapar hoaks. "Juga penipuan digital, hasutan kebencian, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, masyarakat khususnya lansia perlu dibekali dengan kemampuan literasi digital yang baik," ungkapnya.
Untuk itu Yayasan LKiS bekerja sama dengan Tular Nalar Mafindo memberikan bekal kepada lansia untuk mengatasi persoalan tersebut. Harapannya melalui kegiatan ini, warga lansia teredukasi dan terlatih agar terhindar dari hoaks, penipuan digital, hasutan kebencian, dan lain sebagainya.
- Ada Faktor Rumantir di Balik Kredit Sindikasi Rp6 Triliun BNI ke Grup Lippo?
- Mau Tambah Percaya Diri? Lakukan 3 Langkah Berikut
- Dua Tahun Vakum, Teater Bahasa De Britto Kembali dengan “Katastrofe Gundah Gulana”
"Ada puluhan peserta yang kita ikut sertakan dalam pelatihan, ini juga sebagai bekal dalam menghadapi tahun politik yang biasanya banjir informasi bohong," katanya. (Anz)
