
Demi Pasar Kangen, Tono Rela Bayar Rp250Ribu dan Tidur di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Pemda DIY
- PASAR Kangen sesudah 2 tahun vakum karena pandemi, kali ini kembali digelar. Bertempat di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Pemda DIY, Pasar Kangen digelar d
Jogja
PASAR Kangen sesudah 2 tahun vakum karena pandemi, kali ini kembali digelar. Bertempat di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Pemda DIY, Pasar Kangen digelar dengan melibatkan 25 penjual kuliner dan 30 barang-barang lawasan.
Awalnya, Pasar Kangen digelar hingga Senin (28/2/2022). Tapi karena kurang ramainya pengunjung, keberadaan Pasar Kangen diperpanjang hingga 6 Maret ini.
Tidak hanya menampilkan 25 penjual kuliner dan 35 penjual barang lawasan saja. Di pasar kangen juga ada 1 klinik pijat dan 1 lapak untuk jasa membaca tarot, sebuah kartu yang dipercaya menggambarkan kehidupan, nasib, rezeki dan perjodohan seseorang.
Semua pedagang yang membuka stand di Pasar Kangen bukan semuanya warga DIY. Dari pantauan di lokasi, ada beberapa pedagang yang berasal dari Semarang Jawa Tengah.
Tono salah satunya, pedagang barang lawasan yang membuka dagangan sejak pagi ini mengaku berasal dari Semarang. Tono mengetahui Pasar Kangen setelah diberitahu temannya yang juga menggelar dagangan barang lawasan di Pasar Kangen ini.
"Saya dari Semarang, tahu info ini dari teman, saya coba ikutan. Siapa tau rezeki," ujar Tono.
Menurut Tono, untuk ikut berjualan di Pasar Kangen, ia harus nitip pendaftaran ke kawannya sejak awal Januari 2022 lalu. Ia tidak tau yang mengadakan siapa dan mendaftarnya ke instansi apa.
Ia hanya mengetahui melalui kawannya jika akan berjualan di Pasar Kangen, setiap pedagang harus membayar sebesar Rp 250 ribu sejak even dimulai hingga even selesai.
Mengenai tidurnya, Tono mengaku tidur di lokasi Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah ini.
Saat ditanya apakah pengunjungnya ramai atau tidak, Tono menyatakan pengunjung sepi, tak sesuai yang ia harapkan saat berangkat dari Semarang.
- Serangan Umum 1 Maret dan Alasan Perlu Diperingati Setiap Tahun
- Serangan Umum 1 Maret Ingatkan Sosok Letnan Komarudin, Pejuang ‘Nyentrik’ dan Kebal Peluru
- Ngamuk di Medan Perang Ukraina, Pinokio Rusia Ini Bisa Hancurkan 8 Blok Kota
"Kata temen, mungkin karena biasanya diadakan di Taman Budaya Yogyakarta, kemudian 2 tahun libur dan baru diadakan lagi di tempat yang beda, makanya sepi ya," imbuhnya. (Anz)
