
Dibangun di Sleman dan Kulonprogo, Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Integrasikan Gender Dalam Pembangunan
- KALIBAWANG, Jogjaaja.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI melakukan kerja sama percepatan pengarusutamaan gender, pemberdayaan pere
Home
KALIBAWANG, Jogjaaja.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI melakukan kerja sama percepatan pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak dengan membuat model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
Program DRPPA ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengatakan, DIY memiliki harapan untuk ikut melaksanakannya melalui visi pemajuan keluarga prima yang berbudaya, maju dan mandiri dalam rangka mewujudkan martabat manusia Jogja.
“Kemuliaan martabat manusia Jogja merupakan tujuan utama pembangunan daerah. Dalam kaitannya dengan keistimewaan DIY, konsep tersebut bermakna bahwa pembangunan manusia tidak hanya berfokus pada aspek kognisi, tapi juga budi pekerti dan perilaku, yang kemudian menciptakan manusia yang adil dalam pikiran dan perbuatan terhadap sesamanya,” papar Sri Paduka.
- Lewat Santika Online Travel Fair, Harga Kamar Cuma Rp200 ribu per malam
- Penanganan Covid-19, Baznas Sleman Kucurkan Bantuan Rp1 Miliar
- Dibangun di Sleman dan Kulonprogo, Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Integrasikan Gender Dalam Pembangunan
- Begini, Cara Download Video Twitter Tanpa Menggunakan Savefrom.net
Hal ini diungkapkan Sri Paduka saat mewakili Gubernur DIY menghadiri Launching DRPPA DIY di Balai Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kulopprogo. Pada launching yang dihadiri Menteri PPPA RI, Bintang Puspayoga ini, Sri Paduka juga mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Kementerian PPPA RI dan KemenDes PDTT RI, dengan dipilihnya Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Sleman sebagai salah satu dari 33 provinsi dan 71 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi model DRPPA tahun 2021-2022.
“Desa harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakatnya, khususnya perempuan dan anak dengan memenuhi hak atas perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta tersedianya sarana dan prasarana publik yang ramah perempuan dan anak,” imbuh Sri Paduka.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga mengatakan, program DRPPA merupakan upaya untuk mendorong desa mengintegrasikan perpektif gender dan peduli anak di tiap aspek pembangunan. Diharapkan pembangunan yang dilakukan bisa terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.
"Dan perlu kami ingatkan, upaya mewujudkan DRPPA bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Namun dibutuhkan pula sinergi dan kolaborasi, tokoh masyarakat serta tokoh agama dan para relawan," imbuhnya.
Diungkapkan Bintang, program DRPPA merupakan program kolaborasi Kementerian PPPA RI bersama Kementarian Desa, PDT dan Transmigrasi RI. Ia pun berharap desa model DRPPA yang telah ditetapkan ini bisa direplikasikan ke desa-desa yang lain di kabupaten/kota di DIY. Menurutnya, pemberdayaan perempuan harus terus dilakukan. Karena itu, DRPPA ini juga memfokuskan pada perempuan kepala keluarga dan perempuan penyintas bencana maupun kekerasan.
"Perempuan harus meraih kesempatan dan peluang yang ada. Tidak ada kata tidak mungkin bagi perempuan jika memiliki keinginan dan mau kerja keras," tegasnya.
Dalam acara ini dilakukan pula penandatanganan komitmen DRPPA oleh para kepala desa dan camat dari desa model DRPPA di DIY. Dalam hal ini, seluruh pihak berkomitmen untuk menjalankan program DRPPA, memberikan fasilitas, melakukan langkah konkrit dan berkelanjutan, melakukan monitoring dan evaluasi berkala, serta melaporkan perkembangan program DRPPA yang dilakukan kepada kepala daerah secara berjenjang dan berkala.
- November 2021, Harga Sawit Tembus Rekor Tertinggi
- Mangut Lele Mbah Marto, Kuliner Legendaris Jogja yang Nikmatnya Luar Biasa
- Beroperasi di Kapal Induk HMS Queen Elizabeth, F-35B Inggris Jatuh di Mediterania
Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Sutejo mengungkapkan, terdapat empat desa di Kulon Progo dan Sleman yang telah ditetapkan menjadi wilayah model DRPPA. Desa model ini ialah Kalurahan Banjarharjo Kapanewon Kalibawang dan Kalurahan Tanjungharjo Kapanewon Nanggulan di Kabupaten Kulon Progo, serta Kalurahan Pandowoharjo Kapanewon Sleman dan Kalurahan Wedomartani Kapanewon Ngemplak di Kabupaten Sleman.
"Kami menyadari, upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak harus dilakukan di semua jenjang dan ruang lingkup. Dan di Kulonprogo sendiri, upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak juga sudah dilakukan di tingkat kalurahan. Ini sesuai dengan target SDGs kelima, di mana salah satunya ialah mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak," imbuhnya. (*)
