Puncak Widosari akan menjadi salah satu lokasi syuting film terbaru produksi Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo.
Budaya

Dinpar Kabupaten Kulon Progo Kembali Produksi Film untuk Promosi Wisata

  • Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulon Progo akan kembali memproduksi film bernuansa pariwisata. Ini merupakan film kedua produksi Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo setelah film Nusa Brata.
Budaya
Tyo S

Tyo S

Author

WATES, Jogjaaja.com – Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulon Progo akan kembali memproduksi film bernuansa pariwisata. Ini merupakan film kedua produksi Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo setelah film Nusa Brata. 

Syuting film yang disutradarai Agus Kencrot ini akan mengambil lokasi di sekitar Puncak Widosari dan sawah wisata Surjan, Pleret, Panjatan. Rencananya, pengambilan gambar untuk film ini akan dilakukan pada Februari sampai Maret 2022.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito menyampaikan film ini diproduksi sebagai promosi wisata.  Cerita kali ini dikemas secara ringan dan ada sedikit komedi dengan mengambil sisi permasalahan keseharian. Selain itu film ini diproduksi guna mempromosikan potensi wisata baik alam, budaya maupun potensi lainya di Kulon Progo, serta memvisualisasikan kejadian tahun 2020 lalu.

“Untuk film kali ini yang akan diproduksi berjudul Ginasthel, Skripsi, dan Mawa Wisa. Nantinya para pemain akan dibagi untuk ketiga film tersebut,” ujar Joko Mursito

Joko Mursito menambahkan film ini mengangkat tentang keseharian masyarakat Kulon Progo dengan berbagai macam persoalan serta dalam penyelesaian masalah dengan kearifan lokal. Dalam film ini hal yang lebih penting adalah komunikasi, kesadaran hukum, kebersamaan membangun pariwisata Kulon Progo dan mendorong masyarakat untuk kreatif.

Bupati Kulon Progo Sutedjo mengapresiasi rencana produksi film ini. Ia mengaku sangat bangga dan mendukung penuh pembuatan film ini.

“Saya sangat bangga dan mensuport kegiatan ini. Pengalaman dari film sebelumnya, kali ini saya hanya minta untuk diberikan peran yang mudah dan tidak banyak dialognya. Namun saya ikut saja karena ada sutradara yang memimpin produksi,” ungkapnya. 

Dalam pembuatan film ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo juga bekerja sama dengan para pelaku seni DIY diantaranya Susilo Nugroho atau lebih dikenal Den Baguse Ngarso dan Didik Nini Thowok. (*)