Jogja

Disperinkop UKM Yogyakarta Dekatkan Koperasi dengan Milenial

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperinkop UKM) Kota Yogyakarta berupaya untuk mendekatkan koperasi dengan kal
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperinkop UKM) Kota Yogyakarta berupaya untuk mendekatkan koperasi dengan kalangan milenial. Caranya dengan mendorong koperasi di wilayahnya untuk beradaptasi dengan era digital dan menjadi koperasi modern.

Aktivitas koperasi diharapkan juga bisa dilaksanakan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Hal itu terangkum dalam penyelenggaraan Smaradahana Jogja Exhibition KUKM 2022. Di dalamnya terdapat gelaran pameran koperasi dan UKM yang diikuti oleh 22 peserta.

Rinciannya, sebanyak 10 peserta merupakan UMKM dengan berbagai produk yang telah terkurasi, 10 lembaga koperasi di Kota Yogya, dan dua lainnya merupakan koperasi yang menjadi percontohan koperasi modern. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Taman Pintar Jogjakarta pada 3-4 Desember 2022.

"Ini masih menjadi bagian dari perayaan HUT Koperasi yang ke-75 tahun. Taman Pintar merupakan salah satu wisata edukasi yang segmentasinya skala nasional. Harapannya yang datang tidak hanya dari warga Jogja," katanya, Minggu (4/12/2022).

Selain pameran, pada Smaradahana Jogja Exhibition KUKM 2022 juga akan ada pemberian edukasi berupa talk show. Pembahasannya berupa kebangkitan koperasi dan UKM untuk ekonomi berkelanjutan.

"Koperasi modern itu ciri-cirinya sudah terdigitalisasi. Dari sisi pelayanannya, aktivitasnya, rapat-rapatnya, pelayanannya itu sudah terdigitalisasi," ujarnya.

Tri mengungkapkan kini sebanyak 7 dari 350 koperasi di Kota Yogya telah berstatus modern. Tri juga mendorong koperasi untuk tidak hanya berperan sebagai lembaga simpan pinjam uang. Melainkan juga bisa menjadi koperasi sektor riil atau yang berhubungan langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Menurutnya ada tiga pilar pada pengembangan koperasi modern, yakni usaha, kelembagaan, dan keuangan.

"Keanggotaan bisa dengan elektronik, rapat juga bisa secara online. Keuangan harus berstandar akuntansi, transparan, dan akuntabel," ujarnya.

Pihaknya juga mendorong komunitas anak muda yang telah memiliki embrio usaha untuk membentuk koperasi. Tentunya mereka diminta untuk memenuhi standar dan melalui serangkaian tahapan terlebih dahulu.

 

"Kalau sudah terbentuk koperasi akan mudah mengembangkan menjadi koperasi modern. Karena anak muda kalau konvensional tidak mau. Nanti bisa online semua. Rapatnya online, pinjam juga lewat aplikasi, yang penting anak muda banget" jelasnya. (Anz)