
Dituding Pungli, SMAN 1 Semin Klaim Sumbangan Sukarela
- SEMIN - SMA Negeri 1 Semin, yang baru-baru ini dituduh melakukan pungli, menampik sejumlah klaim tersebut. Menurut mereka, masalah sumbangan untuk pengembangan
Gunungkidul
SEMIN - SMA Negeri 1 Semin, yang baru-baru ini dituduh melakukan pungli, menampik sejumlah klaim tersebut. Menurut mereka, masalah sumbangan untuk pengembangan fasilitas sekolah tersebut hanya bersifat suka rela.
Guru SMA Negeri 1 Semin sekaligus staf Sarana dan Prasarana, Ngatino, dalam konfirmasinya membenarkan adanya program untuk pengembangan fasilitas sekolah. Namun, program tersebut “hanya menjadi salah satu bagian, karena ada program lainnya yang dibahas dengan komite sekolah.
Menurut penjelasannya, Rp800 juta—yang sebelumnya dihubungkan dengan pungli—adalah dana untuk banyak kegiatan.
- Misteri di Kherson, Akankah Terjadi Peristiwa Besar?
- Womens Day Out Ajak Perempuan Berani 'Bersuara'
- Tetap Waspada, Omicron XBB Varian Baru Menyebar Luas di Singapura
- Pajak Karbon Masih Alot, Program Pensiun Dini PLTU Berhasil?
“Untuk pengadaan tanah lapangan voli dan badminton, pembangunan toilet, ruang pembelajaran agama, serta gaji Pegawai Tak Tetap dan Guru Tak Tetap,” jelasnya, dalam keterangan resminya kepada wartawan, Rabu (19/10/2022)
“Jadi tidak hanya beli tanah, tapi ada juga untuk operasional sekolah. Salah satunya gaji PTT dan GTT,” imbuhnya.
Sementara berkaitan dengan besaran sumbangan Rp1,5 juta per siswa, Ngatino mengungkapkan bahwa angka ini muncul dari komite pada saat pertemuan Sabtu pekan lalu. Meski demikian, ia menggarisbawahi belum ada kesepakatan sehingga rapat dilanjutkan Senin. “Bisa hitung sendiri, jumlah siswa kami ada 654 anak. Tinggal bagi saja Rp800 juta dengan murid yang ada, ketemunya hanya sekitar Rp1,2 juta,” katanya.
Hanya saja, sambung Ngatino, nominal sumbangan tidak berlaku lagi. Berdasarkan pertemuan pada Senin sore disepakati bahwa sumbangan tetap ada, tapi diberikan secara sukarela.
“Tidak ada batas waktu pengumpulan sumbangan. Berapapun yang diperoleh dipergunakan merealisasikan program. Kalau sedikit, maka ada prioritas salah satunya operasional GTT dan PTT yang dimiliki,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan JogjaAja, salah seorang wali murid di SMA Negeri 1 Semin, Iswanto mengatakan, permasalahan sumbangan mencuat pada saat ada pertemuan wali murid dengan komite sekolah pada Sabtu (15/10/2022).
- Kemenko Marves Luncurkan Blue Bonds untuk Ekonomi Kelautan
- Ratusan Perancang Busana Nasional dan Luar Negeri Ramaikan Jakarta Fashion Week 2023
- Daftar 10 Perusahaan Kosmestik Dengan Pendapatan Jumbo
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut dipaparkan rencana penambahan fasilitas sekolah yang membutuhkan biaya sekitar Rp800 juta. Setelah itu, diinformasikan kepada wali murid yang diminta sumbangan Rp1,5 juta per anak. (Eff)
