
Dorong Jaringan Online, Pemda DIY Pasang Kabel Internet Sejauh 600 KM
- YOGYA, Jogjaaja.com - Sinergi serta koordinasi antara Pemda DIY dengan netizen perlu terus ditingkatkan untuk membangun dan memajukan Yogyakarta. Harapan
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Sinergi serta koordinasi antara Pemda DIY dengan netizen perlu terus ditingkatkan untuk membangun dan memajukan Yogyakarta. Harapan ini disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menggelar dialog bersama netizen di Bale Kenyo, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis malam (23/12).
Dialog bersama ini digelar sebagai wadah bagi Pemda DIY untuk mendengarkan dan berdiskusi bersama terkait berbagai isu di DIY bersama dengan netizen di DIY. Turut menghadiri dialog ini GKR Hayu, Sekretaris Daerah DIY, Kepala Diskominfo DIY, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kepala Dinas Kesehatan DIY, dan Kepala Biro UHP Setda DIY.
Pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai permasalahan yang berdampak besar bagi masyarakat di DIY serta mendorong semua sektor untuk beralih pada teknologi untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Namun, memang masih ada warga masyarakat yang belum terjangkau teknologi sehingga kesulitan dalam menjalani peralihan ini. Untuk itulah DIY terus berupaya mendorong perkembangan teknologi terutama di masa pandemi ini.
Menurut Sri Sultan, di awal tahun 2020 DIY telah memperbaiki dan membangun jaringan online melalui pemasangan kabel hingga mencapai 600 km.
“Ini memang kebutuhan kita menggunakan jaringan, memang tidak ada pilihan lagi kecuali menggunakan IT sebagai kekuatan utama. Tidak hanya untuk menjaga Covid-19 ini selesai tapi juga untuk memberikan ruang untuk ekonomi Jogja tetap tumbuh,” tegas Sri Sultan.
Sektor pendidikan dan pariwisata merupakan potensi besar di DIY yang mampu menyumbang hingga 54% dan 56% untuk pertumbuhan ekonomi. Sehingga saat pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan ekonomi menurun drastis menyusul penutupan sekolah, kampus, dan destinasi wisata. Sehingga, menurut Sri Sultan, IT merupakan satu-satunya cara untuk bertahan di masa pandemi ini.
Memasuki tahun 2021, pertumbuhan ekonomi di DIY tumbuh melalui sumbangan IT. Sri Sultan mengatakan, “Ekonomi Jogja tumbuh 31,8% di samping ekspor 54% naiknya. Berarti ada potensi yang tidak kita perkirakan menjadi sesuatu yang punya nilai.” Perekonomian di DIY yang semula telah tumbuh lebih dari 3%, pada kuartal kedua tumbuh hingga 11,8%. Hal ini sangat baik mengingat mayoritas daerah di Jawa tingkat pertumbuhannya masih di bawah 1%.
“Bagi saya semua itu adalah memperkaya kita bersama bagaimana kita menghadapi pandemi yang belum tahu kapan berakhirnya ini dengan segala suka, duka, pikiran, waktu. dan sebagainya. Bagi saya ini memperkaya pengalaman kita bersama, dari pengalaman ini dari fasilitas yang coba kita bangun, kebersamaan dengan teman-teman semua ini memberikan suatu kekompakan bagi kita di dalam menghadapi tantangan ini,” tutur Sri Sultan. Beliau juga berharap agar dapat membangun visi bersama netizen untuk menerapkan potensi IT yang telah tumbuh di Yogyakarta.
“Sebetulnya kita bisa membangun sinergi di situ, teman-teman bisa terbuka kepada kami fasilitas apa yang mungkin diperlukan untuk memberikan nilai, values bagi kita bersama. Sampaikan saja nggak ada masalah kita dialogkan, sehingga kita tumbuh bersama,” ungkap Sri Sultan.
Sri Sultan juga mengungkapkan pentingnya jalinan antara budaya dan pariwisata dalam mengembangkan potensi pariwisata di DIY.
- BARATA 36 Jelajahi Pabrik Gula di Sleman
- Menunggu Kesiapan Tes Pemurnian Darah dan DNA, Suksesi Pura Mangkunegaran Diundur Januari
- Expo Ibu Berbagi Bijak Tambah Jejaring Pengusaha UMKM
Menurutnya pariwisata merupaka produk dari budaya yang terbentuk dari cipta rasa karsa mayarakat. Meskipun tidak semua budaya bisa dikomersialkan, namun harus tetap dipertahankan dan dilestarikan.
“Harapan saya ini bisa memberikan pencerahan kepada kita semua bahwa tantangan-tantangan masa depan itu sesuatu yang perlu kita pikirkan bersama. Kalau memang teknologi menjadi kekuatan baru, ya itu harus menjadi suatu pilihan bagaimana mendesain yang membawa manfaat bagi seluruh warga masyarakat di Jogja, yang memang tidak ada pilihan kecuali kita harus berkolaborasi. Kita bisa membangun satu visi yang sama bagaimana proses ini harus bisa dijalani dan digolkan,” tutup Sri Sultan. (sf)
