
Dorong Quality Tourism dan promosi Heritage Trails, Kemlu dan Dispar DIY Bidik Kerja Sama Internasional Museum
- YOGYA, Jogjaaja.com - Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri yang diinisiasi Sekolah Staf Dinas Luar Negeri angkatan 75 bekerja sama dengan Dina
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri yang diinisiasi Sekolah Staf Dinas Luar Negeri angkatan 75 bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menyelenggarakan rangkaian kegiatan penguatan kerja sama antara Museum di Yogyakarta dan mitra potensial di Australia yaitu National Museum of Australia.
Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong pengayaan fungsi museum yang tidak hanya dilihat sebagai laboratorium sejarah tetapi juga sebagai tujuan wisata utama. Rangkaian kegiatan kerja sama diawali dengan talkshow bertajuk Potensi Peningkatan Wisata Pendidikan Budaya dan Sejarah Melalui Pengembangan Kerja Sama Luar Negeri Museum di Yogyakarta.
Talkshow dibuka oleh Direktur Sesdilu Kementerian Luar Negeri Renata Siagian dan menghadirkan Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY GKR Bendara, Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY dan Direktur Museum dan Cagar Budaya Kemendikbudristek sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti secara daring oleh seluruh perwakilan RI di wilayah Asia, Amerika dan Eropa dan secara luring oleh Ketua Umum Badan Musyawarah Musea (Barahmus), berbagai komunitas museum DIY dan Association Tours and Travel Agencies DIY di Museum Benteng Vredeburg.
Renata mengatakan, talkshow ini bertujuan untuk menggali lebih lanjut potensi kemitraan dan kolaborasi publik dan swasta Indonesia dengan berbagai pihak, khususnya pihak luar negeri. Kemitraan yang kuat ini diperlukan dalam pengembangan smart tourism destination. Penguatan promosi wisata yang terarah dan berorientasi konkret merupakan salah satu prioritas diplomasi ekonomi Indonesia yang turut didukung oleh Kementerian Luar Negeri.
"Sejalan dengan visi itu, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri berupaya mendorong peningkatan kontribusi diplomasi Indonesia yang action-oriented dan people-oriented sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan komunitas lokal," jelasnya, Kamis (16/11/2023).
Inisiasi kerja sama Pengelolaan Warisan Budaya dan Permuseuman antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan National Museum of Australia merupakan salah satu contoh konkret. Sebab pariwisata DIY berperan penting pada pemulihan ekonomi nasional dan saat ini akan lebih fokus pada quality tourism, yakni pariwisata yang tidak sekedar memprioritaskan kuantitas, tetapi juga menargetkan wisatawan untuk tinggal lebih lama, belanja lebih banyak, dan memiliki pengalaman memuaskan terkait kondisi masyarakat, lingkungan dan sejarah.
"Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno juga menilai museum akan menjadi mitra terbaik untuk membangun pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan," jelasnya.
Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta merupakan salah satu museum bersejarah dengan arsitektur bercorak kolonial dan berlokasi strategis di tengah kawasan perbelanjaan Malioboro Yogyakarta. Museum ini memiliki koleksi yang ekstensif terkait sejarah perjuangan kemerdekaan dan diplomasi Indonesia.
- Peran Industri Perbankan di Pembiayaan Berkelanjutan
- Tambah Bantuan Sosial, Venezuela Manfaatkan Keringanan Sanksi AS
- jadi Favorit, First Media Gandeng Vidio Hadirkan Premier League
Berdasarkan data statistik Dinas Pariwisata DIY, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta merupakan museum dengan tingkat kunjungan tertinggi di provinsi DIY sepanjang tahun 2020. Museum ini juga menjadi salah satu prioritas model percontohan (pilot project) kerja sama antar museum di bawah pengelolaan BLU MCB Kemendikbudristek dengan National Museum of Australia (Kementerian Luar Negeri). (Anz)
