
Dorong Vaksinasi Covid-19 Bagi Penyandang Disabilitas, Pemda DIY Manfaatkan WA Group
- YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus mengupayakan percepatan vaksinasi Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus corona, terutama untu
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus mengupayakan percepatan vaksinasi Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus corona, terutama untuk menjangkau kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Pemda DIY pun melakukan strategi khusus untuk memisahkan data penyandang disabilitas dan non-disabilitas dalam vaksinasi, salah satunya menggunakan grup WhatsApp atau WA Group.
“Pemprov DIY memulainya melalui komunikasi kepada komunitas. Dua bulan setelah dimulainya pelaksanaan program, pemerintah daerah sudah membentuk Forum Sosialisasi Disabilitas (FSB),” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Provinsi DIY M. Agus Priyanta dalam diskusi daring ‘Komunikasi Risiko untuk Mewujudkan Vaksinasi Covid-19 yang Inklusif’, dikutip Kamis (25/8/2022).
Diskusi daring yang digelar Kemitraan Indonesia-Australia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) dan bekerja sama dengan Katadata itu, diikuti pemerintah daerah empat provinsi, yaitu Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Selatan, dan DIY, serta 16 kabupaten/kota dari empat provinsi tersebut.
“FSB terdiri dari 3 kelompok besar dalam WhatsApp Group (WAG), yaitu kelompok tunarungu dan tunawicara, tunanetra, serta kelompok di luar tunarungu dan tunawicara. Melalui WAG kampanye vaksinasi pertama pada warga difabel di Yogya dilakukan. Saat ini, lebih dari 12 ribu warga difabel telah terdaftar dalam program vaksinasi,” jelasnya.
Agus menambahkan bahwa dalam pelaksanaan program vaksinasi, Dinas Kesehatan Jogja juga bekerja sama dengan Dinas Sosial.
Bahkan, di Puskesmas juga telah dibuka fasilitas pelayanan vaksinasi untuk warga penyandang disabilitas, yang telah meluas hingga ke fasilitas kesehatan milik TNI dan Polri.
“Desa-desa di Jogja disasar dengan berbagai strategi oleh pemerintah kabupaten dan kota, TNI serta berbagai lembaga,” katanya.
“Dengan demikian, strategi pelayanan vaksinasi bagi warga difabel di Jogja dilakukan melalui lembaga sosial, media sosial, tenaga kesehatan, serta melibatkan masyarakat di perkotaan dan kabupaten,” imbuh Agus.
Lebih lanjut, pembicara diskusi perwakilan dari ID COMM-AIHSP-VAHSI, Angeline Hidayat menuturkan bahwa diskusi tersebut penting untuk mengembangkan praktik penyelenggaraan vaksinasi
Selain itu, membuka kemudahan akses dan pelayanan yang tepat bagi penyandang disabilitas dan kelompok lansia melalui peran komunikasi risiko.
- Sukses Kembangkan Wirawisata Goa Pindul, BCA Ingin Berkontribusi di Gunungkidul, The Next Bali
- JIFFINA 2022 Resmi Dibuka, Sultan Minta Industri Mebel dan Kerajinan DIY Terapkan Technovation
- Garuda Pancasila Hingga Boneka Sawah Meriahkan Karnaval HUT ke-77 RI di Kapanewon Imogiri
“Komunikasi risiko sebagai bagian dari penguatan keamanan dan ketahanan kesehatan nasional menjadi hal penting dalam konteks mendorong kegiatan vaksinasi di masyarakat,” pungkasnya. (Eff)
