Jogja

Dukung Pengurangan Waste Food, JNE Salurkan 600 Ton Bantuan Pangan dari Mitra FOI

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Pengurangan food waste menjadi perhatian serius Indonesia dan negara-negara di dunia sesuai komitmen dalam Sustainable Development Goals (
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Pengurangan food waste menjadi perhatian serius Indonesia dan negara-negara di dunia sesuai komitmen dalam Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12 poin ke-3. Negara-negara di dunia diharapkan dapat mengurangi 50% food waste per kapita di tingkat retail dan konsumen pada tahun 2030.

Upaya pengurangan food waste telah sejalan dengan arahan Presiden RI, sebagai bentuk antisipasi menghadapi krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan yang melanda dunia internasional saat ini.

Terkait hal itu, selama 32 tahun JNE hadir dengan semangat berbagi sesuai prinsip pendiri JNE, Alm. H. Soeprapto Soeparno yaitu Berbagi, Memberi, dan Menyantuni. JNE terlibat dalam distribusi bantuan pangan sebagai merupakan bentuk komitmen untuk terus memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat.


" JNE akan selalu dapat menghantarkan kebahagiaan ke seluruh Indonesia, sesuai tagline Connecting Happiness. JNE telah membantu menyelamatkan dan mengantarkan makanan kepada orang-orang yang mengalami kelaparan," kata Head of Media Relations JNE Express Kurnia Nugraha disela field trip para peserta Regional Technical Workshop on Food Loss and Waste (FLW) G20 ke Foodbank of Indonesia (FOI) Yogyakarta, Kamis (6/10).

Kurnia menjelaskan sejak berkolaborasi dengan FOI selama 2018 hingga 2022, JNE telah berhasil menyelamatkan lebih dari 591 ton makanan berlebih di seluruh Indonesia. Sedangkan khusus di Yogyakarta sudah mengantarkan makanan sebanyak 60 ton secara gratis.

Kurnia Nugraha menambahkan program sejenis sudah dilaksanakan di 7 kota diantaranya Yogyakarta, Surabaya dan Cirebon. Sedangkan pengambilan makanan dilakukan di sekretariat FOI di masing-masing kota tersebut.

"Makanan itu krmudian dikirimkan ke beberapa lembaga yang membutuhkan seperti panti asuhan atau sekolahan. Termasuk para Lansia," tandas Kurnia Nugraha.

Foodbank of Indonesia (FOI) Yogyakarta menjadi salah satu tujuan field trip para peserta Regional Technical Workshop on Food Loss and Waste (FLW) G20 yang diadakan oleh Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Thunen Institute sebagai organisator isu food loss dan food waste dalam presidensi G20.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari praktik pengelolaan potensi food waste yang telah dilakukan oleh Foodbank of Indonesia sebagai bank pangan di Yogyakarta.

Dihadiri oleh peserta perwakilan dari 9 negara ASEAN, field trip dilakukan dengan kunjungan ke gudang penyimpanan dan pemilahan makanan dan kunjungan kepada mitra penerima manfaat FOI, yaitu TK Negeri 3 dan Posyandu Sunthi untuk menyaksikan distribusi makanan kepada balita, anak-anak, dan lansia.

Murid TK Negeri 3 Yogyakarta menerima dan makan bersama bantuan dari FOI, Super Indo dan JNE guna mendukung pengurangan Waste Food

"Bank pangan yang dipelopori perempuan bisa menjadi solusi mengatasi kerawanan pangan dan gizi. FOI mendorong terbentuknya jaringan bank pangan hingga tingkat kecamatan yang menyimpan pangan lebihan industri dan keluarga serta dari sumber-sumber sekitar komunitas masyarakat," kata Founder FOI Hendro Utomo disela acara.

Menurut Hendro sampah makanan bernilai Rp330 triliun yang dihasilkan selama ini, dapat digunakan untuk mengatasi kerawanan pangan dan gizi melalui bank pangan di seluruh pelosok Indonesia.

"Pihak swasta atau dunia bisnis juga berperan penting dalam upaya mengurangi kemubaziran pangan dan memerangi kelaparan. Sejak Tahun 2018, FOI berkolaborasi dengan PT Lion Super Indo sebagai perusahaan ritel dan JNE Express sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik dalam mengurangi kemubaziran pangan," paparnya.

Hendro Utomo menjelaskan selama lebih dari 4 tahun, PT Lion Super Indo telah mempraktikkan pencegahan kemubaziran pangan dengan mendonasikan makanan berlebih kepada FOI untuk mengurangi kelaparan dan menekan krisis iklim.

Sementara Head Of Sustainability PT Lion Super Indo  Arya Kusumo menjelaskan Super Indo terus berkomitmen untuk mencapai bisnis berkelanjutan yang bertanggung jawab.

"Sebagai jaringan supermarket nasional terkemuka di Indonesia, Super Indo berkomitmen untuk menjalankan kegiatan bisnis dan operasional dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, salah satunya adalah bagaimana kami menangani sampah makanan yang timbul dari kegiatan operasional," imbuhnya.

Dia menambahkan kerjasama Super Indo dengan Foodbank of Indonesia telah berjalan dari tahun 2018 dimana kami mendonasikan produk makanan berlebih di gerai yang masih layak dikonsumsi untuk kemudian dijadikan bahan pangan di dapur pangan Foodbank of Indonesia.

"Dari awal kolaborasi, kami telah berhasil menyelamatkan dan mendonasikan kurang lebih 632 ton. Tentunya kami tidak akan berhenti sampai di sini, kami akan berjalan bersama FOI untuk terus memberikan akses pangan yang baik dan layak bagi masyarakat yang  membutuhkan," pungkas Aryo Kusumo. (*)