
Enam Makna Dibalik Hari Raya Nyepi yang Diyakini Umat Hindu
- UMAT Hindu di Indonesia hari ini memperingati Hari Raya Nyepi dengan berdiam diri di rumah. Perayaannya memiliki makna tersendiri bagi pemeluknya. Berikut beber
News
UMAT Hindu di Indonesia hari ini memperingati Hari Raya Nyepi dengan berdiam diri di rumah. Perayaannya memiliki makna tersendiri bagi pemeluknya.
Berikut beberapa makna Hari Raya Nyepi yang dikutip dari beberapa sumber :
1. Bentuk pensucian diri Manusia
Hari raya Nyepi merupakan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan kalender Saka. Penanggalannya pun berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi yang biasanya dirayakan meriah tiap 1 Januari.
Nyepi berasal dari kata sepi yang artinya sunyi, senyap, dan tidak ada kegiatan. Tujuan utama dari perayaan Nyepi itu sendiri adalah untuk memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sanghyang Widhi Wasa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).
2. Pengusiran roh jahat
Sebelum hari Raya Nyepi biasanya akan diadakan upacara Bhuta Yajna yaitu upacara yang mempunyai makna pengusiran terhadap roh roh jahat dengan membuat hiasan atau patung yang berbentuk atau menggambarkan buta kala ( Raksasa Jahat ) dalam bahasa bali nya sebut ogoh ogoh, Upacara ini dilakukan di setiap rumah, Banjar, Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi.
Upacara ini dilakukan di depan pekarangan , perempatan jalan, alun-alun maupun lapangan,lalu ogoh ogoh yang menggambarakan buta kala ini yang diusung dan di arak secara beramai ramai oleh masyarakat dengan membawa obor di iringi tetabuhan dari kampung kekampung, upacara ini di laksanakan dari petang hari jam enam sore sampai paling lambat jam dua belas malam.
- Enam Makna Dibalik Hari Raya Nyepi yang Diyakini Umat Hindu
- Tim Kemenag RI Mengecek Kesiapan Penyelenggaraan Haji 2022
- Empat Hal ini Tidak Boleh Dilakukan Saat Hari Raya Nyepi
- Survei Populix: Responden Ingin Beli Kendaraan Listik Lima Tahun Mendatang
Setelah upacara ini selesai ogoh ogoh tersebut di bakar, ini semua bermakna bahwa seluruh roh roh jahat yang ada sudah diusir dan dimusnahkan.
3. Melestarikan Alam
Jika kita perhatikan tujuan filosofis Hari Raya Nyepi, makna dan pelaksanaannya mengandung arti dan makna yang sangat relevan dengan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang.
Melestarikan alam sebagai tujuan utama upacara Tawur Kesanga tentunya merupakan tuntutan hidup masa kini dan yang akan datang. Bhuta Yajña (Tawur Kesanga) mempunyai arti dan makna untuk memotivasi umat Hindu secara ritual dan spiritual agar alam senantiasa menjadi sumber kehidupan.
Tawur Kesanga juga berarti melepaskan sifat-sifat serakah yang melekat pada diri manusia. Pengertian ini dilontarkan mengingat kata “tawur” berarti mengembalikan atau membayar. Sebagaimana kita ketahui, manusia selalu mengambil sumber-sumber alam untuk mempertahankan hidupnya.
4. Keseimbangan Jiwa
Perbuatan mengambil akan mengendap dalam jiwa atau dalam karma wasana. Perbuatan mengambil perlu dimbangi dengan perbuatan memberi, yaitu berupa persembahan dengan tulus ikhlas.
Mengambil dan memberi perlu selalu dilakukan agar karma wasana dalam jiwa menjadi seimbang. Ini berarti Tawur Kesanga bermakna memotivasi ke-seimbangan jiwa.
Nilai inilah tampaknya yang perlu ditanamkan sebagai makna dan pelaksanaan hari raya nyepi dalam merayakan pergantian Tahun Saka.
5. Evaluasi diri
Menurut tradisi, pada hari Nyepi ini semua orang tinggal dirumah untuk melakukan puasa, meditas dan bersembahyang, serta menyimpulkan menilai kualitas pribadi diri sendiri.
Di hari ini pula umat Hindu khususnya mengevaluasi dirinya, seberapa jauhkah tingkat pendekatan rohani yang telah dicapai, dan sudahkah lebih mengerti pada hakekat tujuan kehidupan di dunia ini.
Kemudian akan dilanjutkan dengan Upacara Hari Ngembak Geni yang berlangsung setelah Hari Raya Nyepi atau berakhirnya brata Nyepi.
- Hotel-hotel Jaringan Archipelago Hadirkan Promo Harbooknas22
- Tahun 2022 Trading Forex Legal dan Terdaftar Masih Jadi Incaran
- Miliki Produk Unggulan, UMKM Kalimantan Disebut Potensial Tembus Pasar Jepang
6. Terbinanya Kerukunan dan Perdamaian
Usai Barata Nyepi pada esok harinya dipergunakan melaksanakan Dharma Shanty, saling berkunjung dan maaf memaafkan sehingga umat hindu khususnya bisa memulai tahun baru Saka dengan hal hal baru yang fositif, baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat.
Karena itu, akan terbinanya kerukunan dan perdamaian yang abadi. Seluruh kegiatan upacara upacara tersebut di atas masih terus dilaksanakan, diadakan dan dilestarikan secara turun menurun di seluruh kabupaten kota Bali hingga saat ini dan menjadi salah satu daya tarik adat budaya yang tidak ternilai harganya baik di mata wisatawan domestik maupun manca negara.
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa makna Nyepi itu sendiri adalah manusia diajarkan untuk mawas diri, merenung sejenak dengan apa yang telah kita perbuat.
Dimasa lalu, saat ini dan merencanakan yang lebih baik dimasa yang akan datang dengan tidak lupa selalu bersykur dengan apa yang telah diberikan oleh sang Pencipta. (*)
