Jogja

Fenomena Baru, Tingkat Reservasi Hotel Naik di Januari

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY melihat ada fenomena baru di masa awal tahun dengan tingkat reservasi pengunjung. Biasanya, masa
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY melihat ada fenomena baru di masa awal tahun dengan tingkat reservasi pengunjung. Biasanya, masa awal tahun di Januari dan Februari adalah masa low season, namun saat ini tingkat reservasi mencapai 42,5 persen.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, kondisi ini dikarenakan adanya penundaan cuti bagi para aparatur sipil negara (ASN) pada akhir tahun lalu. Dengan demikian, masa libur mereka digeser ke awal tahun ini sehingga berpengaruh pada tingkat reservasi.

"Ada fenomena baru juga di tempat kita dimana pada waktu Januari dan Februari itu low season tapi sekarang jadi terisi karena ada larangan ASN untuk cuti menjadikan wisatawan datang ke Jogja dan menginapnya itu di bulan Januari dan Februari," kata Deddy, Kamis (6/1/2022).

Ia menambahkan, pada Januari dan Februari ini pihaknya menargetkan tingkat reservasi bisa terisi di angka 40-60 persen. Sekarang angkanya sudah berada di kisaran 42,5 persen.

"Makanya tugas kita sekarang adalah mempertahankan kondisi saat ini yakni tidak ada lonjakan kasus dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat dan calon wisatawan taat prokes, jangan sampai terkena dan euforia malah melonjak," ujarnya.

Kebanyakan, wisatawan yang menjadi tamu adalah para pengunjung dari seputaran Jawa yakni para tamu dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI. Selain itu beberapa tamu dari luar Jawa juga ada yang melakukan reservasi ke hotel Jogja.

"ASN ini kebanyakan keluarga, selain area Jawa dari luar Jawa yakni Lampung dan Kalimantan Timur juga ada," jelasnya.

"Soal harga hotel itu normal, dalam arti hotel bintang harganya masih seperti tahun lalu tapi tidak naik supaya bisa mengangkat hotel non bintang atau bintang 2 ke bawah," sambung dia.

 

Pada tahun ini, pihaknya masih akan menguatkan  edukasi dan disiplin prokes kepada para tamu. Hal ini dilakukan agar kondisi pariwisata bisa pulih dan menggerakkan perekonomian.

"Strategi kita di 2022 ini karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 jadi kita masih membranding Jogja aman sehat dan nyaman. Kemudian juga penguatan prokes," tutup Deddy. (Anz)