
Festival Jogja Kota 2022 Tampilkan Kolaborasi Kemantren dalam 4 Klaster Cagar Budaya
- Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan menggelar Festival Jogja Kota (Festa) tahun 2022 di Embung Giwangan pada 2-4 Desember 2022. Pada penyelenggaraan tahun kedua ini, Festa menampilkan kolaborasi potensi seluruh kemantren di Kota Yogyakarta, mulai dari produk unggulan seperti kuliner, kerajinan, hingga pertunjukan.
Budaya
YOGYAKARTA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan menggelar Festival Jogja Kota (Festa) tahun 2022 di Embung Giwangan pada 2-4 Desember 2022. Pada penyelenggaraan tahun kedua ini, Festa menampilkan kolaborasi potensi seluruh kemantren di Kota Yogyakarta, mulai dari produk unggulan seperti kuliner, kerajinan, hingga pertunjukan.
Sekretaris Daerah Pemkot Yogyakarta, Aman Yuriadijaya mengapresiasi kegiatan itu karena branding Festival Jogja Kota dari waktu ke waktu membaik. Hal itu dibuktikan dengan pembagian Festival Jogja Kota menjadi 4 klaster kawasan cagar budaya. Dengan adanya klaster itu maka berorientasi pada kolaborasi.
“Ini adalah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, harapannya semangat kolaborasi ini terjaga baik. Dengan demikian ada proses yang menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi semuanya,” kata Aman di sela kegiatan Festival Jogja Kota, Jumat (2/12/2022).
- Tank T-62 Rusia Dipaksa Bertempur di Usia Tua, Ada Apa?
- BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik 0,5 Persen pada November 2022
- Tingginya Antusiasme Pembelian Online, MAKUKU Luncurkan Produk
Menurutnya, kekuatan ekosistem apapun termasuk budaya harus menempatkan interaksi sebagai bagian untuk berdialog, semangat berkolaborasi, dan membangun jejaring guna menguatkan sistem budaya. Festival Jogja Kota 2022 ini menampilkan kolaborasi yang melibatkan 14 kemantren yang dibuat menjadi 4 klaster kawasan cagar budaya yaitu Kraton, Kotabaru, Kotagede dan Pakualaman.
“Dengan demikian antar kemantren ini menjadi satu kesatuan. Itu yang kami namakan dengan kolaborasi. Nah, kolaborasi akan memperkuat daya saing dan kekuatan karakter menjadi lebih optimal. Kalau kekuatan karakter itu optimal maka tentu akan jadi daya tarik,” terangnya.
Pihaknya menegaskan kegiatan Festival Jogja Kota 2022 diadakan di Embung Giwangan sebagai awal atau proses pemanasan ke depan sebagai lokasi taman budaya. Embung Giwangan sebagai taman budaya, lanjutnya, menjadi satu pusat kegiatan budaya yang bisa dimanfaatkan di Kota Yogyakarta.
“Yogyakarta memiliki empat kawasan cagar budaya yang sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan budaya dan sosio culture yang kita coba ekspose melalui potensi-potensi yang ada di kemantren-kemantren. Itu kita klasterisasi, masing-masing kemantren tidak berjalan sendiri tapi berkolaborasi sesuai klaster kawasan cagar budaya yang kita sebut jagongan,” tambah Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti.
Potensi produk kuliner dan kreatif dari kolaborasi kemantren itu dikemas dalam warung kota. Jagongan Kraton adalah kolaborasi dari Kemantren Kraton, Ngampilan, Wirobrajan, Mantrijeron, Gedongtengen dan Tegalrejo. Jagongan Kraton misalnya menampilkan potensi produk kuliner seperti nasi gurih dan endog abang. Jagongan Pakualaman kolaborasi Kemantren Pakualaman, Gondomanan dan Mergangsan dengan potensi di antaranya produk jamu, kerajinan bambu dan keris.
- Bertambah 70 Kasus HIV/AIDS di Kota Yogya Selama 2022, Mayoritas Akibat Sex Bebas!
- Pemda DIY Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Cianjur
- LPS Kembangkan Integrated Core System, Likuidasi Bank Jadi Lebih Cepat
Sedangkan Jagongan Kotabaru kolaborasi Kemantren Gondokusuman, Jetis dan Danurejan menampilkan potensi misalnya produk wayang uwuh hasil kreasi daur ulang sampah seperti kertas kemasan. Jagongan Kotagede kolaborasi Kemantren Umbulharjo dan Kotagede menampilkan di antaranya jamu dan blangkon. Semua produk tersebut dapat dibeli pengunjung.
Festival Jogja Kota dimulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB setiap harinya. Kegiatan itu juga dimeriahkan oleh pertunjukan dan music dari DJ Dylan, Kabaret Show, Musik Angkringan, Udara Band, Rubah di Selatan, FLKFSTVLS, Evan Loss, hingga The Rain.
Setiap sore ada sesi diskusi interaktif terkait film dan Yogya masa depan dalam Afternoon Tea. Festival Jogja Kota Tahun 2022 ini terbuka untuk masyarakat umum dan gratis. Lewat kegiatan juga diharapkan mampu menumbuhkan potensi ekonomi dan budaya di kawasan Yogyakarta Selatan. (*)
