
Ganggu Pendengaran, Berapa Lama Waktu Ideal Menggunakan Headset?
- PANDEMI Covid-19 membuat kita harus membatasi diri dalam beraktivitas seperti bekerja dan belajar banyak dilakukan dari rumah ataupun secara daring.Hal tersebut
Gaya Hidup
PANDEMI Covid-19 membuat kita harus membatasi diri dalam beraktivitas seperti bekerja dan belajar banyak dilakukan dari rumah ataupun secara daring.
Hal tersebut menjadikan penggunaan earphone maupun headset menjadi lebih sering dari biasanya. Penggunaan alat-alat tersebut dalam jangka waktu lama biasanya akan berdampak pada kesehatan telinga dan pendengaran.
Dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, dan Kepala Leher (THT-KL) Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Anton Sony Wibowo, Sp.T.H.T.K.L., M.Sc., FICS., mengatakan pada beberapa kasus ditemukan gangguan pendengaran terkait penggunaan perangkat audio untuk mendengarkan suara langsung ke telinga. Paparan suara dengan intensitas yang tinggi sangat berhubungan dengan gangguan pendengaran yang dikenal dengan sensorineural hearing loss dan telinga berdenging atau tinnitus.
- Ganggu Pendengaran, Berapa Lama Waktu Ideal Menggunakan Headset?
- Sri Sultan HB X Serahkan 25 Ribu Sertifikat Tanah PTSL
- Begini Cara Dapatkan BTS Hangeul Message Chocolate dari Timezone
- Nikmati Segudang Pengalaman Bernuansa Hong Kong di Penghujung 2021
- OPPO Perkenalkan Neural Processing Unit (NPU), Berikut Kecanggihannya
- PMI Berkolaborasi dengan Koica Latih Kesiapsiagaan Bencana Bagi Siswa Sekolah di DIY
Anton mengatakan terdapat rekomendasi suara berlebihan atau noise agar kesehatan pendengaran tetap terjaga. Menurut rekomendasi National Institute and Health suara tidak boleh melebihi 85 desibel di telinga kita selama 8 jam.
"Jadi, penggunaan sound devices yang aman yaitu dengan melakukan pengaturan volume di bawah 85 desibel dan diatur waktu penggunaanya tidak boleh terlalu lama,"paparnya, Kamis (9/12).
Ia menyebutkan secara umum paparan suara yang semakin besar ditoleransi dengan pembatasan waktu paparan. Misal menurut The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) direkomendasikan untuk intensitas 85 desibel selama 8 jam, 88 desibel hanya selama 4 jam, 91 desibel hanya 2 jam, dan 100 desibel hanya 15 menit harus mulai dilakukan program perlindungan untuk paparan suara.
Dosen FKKMK ini menambahkan secara umum gangguan pendengaran yang terkait dengan suara akan meningkat pada pasien dengan penyakit penyerta atau komorbid. Beberapa diantaranya seperti, diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit metabolik lain.
"Walaupun pasien tanpa komorbid, tetapi bila mengalami paparan dengan intensitas yang tinggi dan dalam jangka lama akan berhubungan dengan gangguan pendengaran dan tinnitus atau telinga berdenging," jelasnya. - BREAKING NEWS! Gunung Semeru Meletus Hebat
- Akibat Erupsi Gunung Semeru, Warga Panik dan Suasana Mencekam
- Tayang di Netflix, Berikut Sinopsis dan Link Money Heist Season 5 Part 2
Anton kembali mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan pendengaran saat penggunaan perangkat audio dengan melakukan pembatasan pemakaiannya dengan tingkat suara level tertentu. Selain itu, pembatasan waktu penggunaan atau tidak terlalu lama dan meningkatkan kesehatan secara umum guna mengurangi dampak negatif paparan suara yang terlalu keras dan lama.
"Ada pembatasan penggunaan sound devices dengan tingkat sound level tertentu, tidak terlalu lama, ada "dosis maksimal " untuk paparan suara keras, dan dalam waktu tertentu,"pungkasnya. (*)
