
GIPI Minta Pelaku Industri Pariwisata DIY Beradaptasi Pasar
- YOGYA - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY meminta agar seluruh pelaku pariwisata di DIY melakukan perbaikan dan menyetel ulang produk wisa
Jogja
YOGYA - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY meminta agar seluruh pelaku pariwisata di DIY melakukan perbaikan dan menyetel ulang produk wisata alias beradaptasi sesuai segmentasi pasar. Hal ini berkaca dari pengalaman pasca penyelenggaraan ASEAN Tourism Forum (ATF) di DIY belum lama ini.
Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie menyampaikan pelaku pariwisata di DIY bisa belajar banyak hal selama penyelenggaraan ATF 2023, salah satunya melakukan perbaikan, inovasi dan kreasi di sektor pariwisata sesuai kebutuhan pasar. Khususnya perbaikan produk-produk wisata di DIY perlu ditata ulang sedemikian rupa mengikuti kebutuhan wisatawan yang sudah banyak bergeser dan mengalami perubahan saat ini.
“ Kami sarankan pelaku industri di DIY melakukan perubahan dan mengikuti segmentasi pasar. Para agen wisata luar negeri masih melihat produk wisata di DIY banyak yang klasik sehingga membutuhkan banyak perubahan agar bisa dilirik wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara (wisman), “ ujarnya di Yogyakarta, Selasa (14/2).
Bobby menuturkan industri pariwisata di DIY tidak bisa hanya tetap bertumpu pada penawaran produk-produk dan rute klasik, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Kraton. semata. Sebaliknya, pelaku industri pariwisata harus menyesuaikan perubahan perilaku wisatawan agar tidak terjadi stagnasi pasar wisman nantinya.
“ Pola perjalanan wisatawan dalam menikmati wisata ternyata sudah banyak perubahan. Jika yang tawarkan hanya destinasi itu-itu saja, maka akan sangat sulit menarik wis karena market wisman sudah bergeser terutama sejak pandemi Covid-19 terjadi dan melumpuhkan sektor pariwisata dunia,” tandasnya,
Selain itu, Bobby menyarankan agar pelaku industri pariwisata bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Hal tersebut menilik dari hasil transaksi selama Travex ATF, apakah produk DIY banyak diminati buyers? Pertanyaan tersebut menjadi PR bersama pelaku industri pariwisata DIY guna melakukan beradaptasi mengikuti segmentasi pasar yang sudah banyak berubah.
“ Kami sekaligus menyoroti perlu adanya upaya integrasi pariwisata di DIY. Sebab banyak destinasi wisata di kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo yang belum diketahui meskipun banyak dicari wisman. Hal itu juga menjadi PR bagi pelaku industri pariwisata agar bisa mengintegrasikan produk wisata 4 kabupaten dan 1 kota guna membangun pariwisata DIY secara utuh,” ungkap Bobby. (*)
