
Hadapi Libur Nataru, Sultan Ingatkan Warga Taati Protokol Kesehatan
- JOGJA, Jogjaaja.com - Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan Pemda DIJ belum memberlakukan kebijakan khusus saat libur Natal dan Tahun Baru (Natar
Home
JOGJA, Jogjaaja.com - Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan Pemda DIJ belum memberlakukan kebijakan khusus saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada akhir tahun 2021.
Namun demikian, Sri Sultan menegaskan masyarakat harus tetap melaksanakan peraturan yang telah disampaikan dalam Instruksi Gubernur, mengingat wilayah DIY masih menyandang status Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.
"Ya kita kan sudah ada PPKM, ya itu saja sudah ditaati. Saya berharap protokol kesehatan itu tetap dijalankan," ujar Sri Sultan, Selasa (2/11) siang di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
- Honda ADV150 Jadi Skutik Resmi Sirkuit Mandalika
- Pakai QRIS Bank BPD DIJ, Beli Tiket Masuk Destinasi Wisata Diskon 50%
- UUS Bank BPD DIJ Syariah Bersiap Spin Off Menjadi Bank Umum Syariah
Sri Sultan juga menekankan agar masyarakat selalu menaati protokol kesehatan saat libur Natal dan Tahun Baru 2022. Prokes itu meliputi mengenakan masker, rajin mencuci tangan dengan air sabun, tidak berkerumun, menjaga jarak dan metiksakan diri bila mengidap gejala mirip dengan Covid-19. "Sehubungan dengan pandemi saya berharap prokes itu secara ketat dijaga. Bahwa ini masih pandemi," imbuh Ngarsa Dalem.
Sri Sultan berharap agar masyarakat tak larut dalam euforia kasus Covid-19 yang cenderung mengalami penurunan belakangan ini. Akan selalu ada kemungkinan yang timbul bila masyarakat lengah dan mengabaikan potensi penularan Covid-19. Apalagi sebagian besar masyarakat yang terpapar Covid-19 tidak ada gejala, sehingga tidak bisa dibedakan mana yang sakit dan mana yang sehat.
- Dua Tahun Tahun Vakum, Aditia Bima Santoso Putra Pimpin Hipmi DIJ
- Mau Mendapat Banyak Like di TikTok Lewat FireLiker Agar Masuk FYP? Ikuti Caranya
- Curhat di Grup ICJ Soal Suami Pengangguran, Wanita ini 'Panen' 19.487 Komentar
"Tapi tidak hanya di tahun baru saja ya, saya melihatnya hari ini juga kelihatannya OTG naik atau tidak. Yang sembuh sama yang OTG lebih banyak mana," imbuh Sri Sultan.
Menurut Sri Sultan, status PPKM Level 2 DIY di DIY membuat adanya kelonggaran pada aktivitas masyarakat. “Sekarang kan Yogya sudah penuh, kita harus hati-hati. Hotel-hotel sudah penuh tidak hanya Sabtu Minggu. Kita di jalan juga sudah ramai. Ternyata ini tetap melandai. Semoga nanti tetap malandai terus,” tukas Sri Sultan.
Dalam berbagai kesempatan, Ngarsa Dalem juga selalu menekankan, keberhasilan penurunan kasus Covid-19 harus diupayakan bersama yakni menguatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, dan aparat baik di tiingkat kalurahan (desa) hingga kelurahan (kota). "Menurunkan itu jauh lebih susah," tegas Sri Sultan. (*)
