TJ Tham, Co-Founder and Chief Executive Officer Tjufoo seusai melakukan penandatanganan MoU dengan Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati.
Ekonomi, Fintech & UMKM

Hadir di Indonesia, Tjufoo Siap Dukung UMKM Naik Kelas

  • Tjufoo, sebuah startup aggregator brand resmi diluncurkan pada Kamis (27/1/2022). Hadirnya Tjufoo ini untuk diharapkan turut mempercepat program digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dicanangkan pemerintah. Pemerintah sendiri mengusung target sebanyak 30 juta UMKM masuk dalam ekosistem digital pada 2024.
Ekonomi, Fintech & UMKM
Tyo S

Tyo S

Author

JAKARTA, Jogjaaja.com – Tjufoo, sebuah startup aggregator brand resmi diluncurkan pada Kamis (27/1/2022). Hadirnya Tjufoo ini untuk diharapkan turut mempercepat program digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dicanangkan pemerintah. Pemerintah sendiri mengusung target sebanyak 30 juta UMKM masuk dalam ekosistem digital pada 2024.

TJ Tham, Co-Founder and Chief Executive Officer Tjufoo menyatakan berkomitmen penuh untuk meningkatkan level UMKM Indonesia. Sebagai penggiat digital ekosistem, pihaknya menyambut baik upaya pemerintah untuk mendigitalisasi UMKM. 

“Namun situasi pandemi yang menghantam UMKM membuat mereka tak mampu bertahan walau secara perlahan telah go-digital. Kami hadir untuk memperkuat pondasi bisnis UMKM di Indonesia melalui ekosistem digital yang telah kami bangun,” kata TJ Tham. 

Hingga akhir 2021, Tjufoo telah meningkatkan performa brand-brand yang telah bergabung dalam ekosistem digitalnya. Dengan dukungan tim yang berpengalaman serta semua teknologi yang diperlukan oleh UMKM, Tjufoo mendukung brand untuk memperkuat elemen-elemen penting dalam bisnis, yaitu marketing dan operasional. 

Dari segi marketing, Tjufoo mendukung UMKM untuk membangun infrastruktur dalam memperkuat brand building serta menggencarkan digital optimisation mereka. Dengan begitu, brand diharapkan mampu lebih dekat dengan konsumen untuk tujuan bisnis yang lebih besar. Dari segi operasional, Tjufoo memberikan dukungan untuk pada kebutuhan internal bisnis dalam mengotomasi pengelolaan tenaga kerja, inventoris, konsumen, merchandising, layanan pengadaan, hingga menyelaraskan seluruh proses operasi agar efektif dan efisien.  

Sebagai startup brand aggregator yang mengusung konsep House of Brands, Tjufoo berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan UMKM dengan mengakuisisi brand lokal pada kategori Direct to Consumer atau berjualan tanpa perantara. Di tahun ini, Tjufoo berencana untuk mempercepat pertumbuhan bisnis UMKM di Indonesia dengan mengakuisisi brand-brand lokal potensial.   Permodalan masih menjadi masalah kompleks yang selalu dihadapi oleh para pengusaha UMKM di Indonesia. 

“Untuk itu, kami berkomitmen untuk mengembangkan UMKM dan brand lokal dari berbagai kategori dan level dengan berinvestasi pada modal pengembangan usaha dengan nilai akuisisi sebesar Rp 1,8 triliun yang akan segera kami jalankan sebagai rencana jangka pendek. Dengan dukungan permodalan ini, kami berharap Indonesia mampu menelurkan ratusan brand lokal yang dapat bersaing di pasar global,” tambah TJ Tham. 

Untuk bisa bertumbuh secara berkelanjutan sesuai dengan perkembangan zaman, Tjufoo juga senantiasa memberikan mentoring dari indvidu-individu unggul perusahaan lintas sektor besar seperti Apple, Grab, Amazon, SAP, dan JP Morgan.  

“Semakin banyak diskusi yang kami lakukan dengan pelaku UMKM, kami melihat mereka sangat membutuhkan dukungan tim untuk mentoring dan pendampingan. Mentoring dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan panduan yang solid untuk kebutuhan usaha jangka panjang,” tutur TJ Tham yang juga merupakan Founding Team dari Grab. 

Dengan kombinasi wawasan bisnis yang luas akan pasar regional dan pemahaman yang mendalam tertang pasar Indonesia, TJ Tham menjadi orang dibalik kuatnya tim lokal dalam membangun dan mengembangkan layanan GrabBike dan GrabWheels di Indonesia sejak pertama kali diluncurkan. 

Langkah Tjufoo tersebut juga diwujudkan dengan menjalin kolaborasi Bersama Sarinah melalui program Sarinah Pandu. Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati turut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. 

“Sejak tahun lalu, Sarinah melakukan transformasi bisnis agar mampu menjadi panggung bagi komunitas dan para kreator seni, budaya, kerajinan, tata boga, dan ekonomi kreatif nusantara. Kerjasama bersama Tjufoo ini diharapkan mampu turut mentransformasi pengembangan pemasaran melalui pasar digital atau e-marketplace serta mengembangkan ekosistem online storenya sehingga dapat bermain di arena global,” ujar Fetty. 

Fetty mengatakan Sarinah juga sedang menjalankan tranformasi bisnis sebagai lembaga agregrator ekspor produk domestik untuk dipasarkan di luar negeri. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Tjufoo yang mendukung agar UMKM nasional bisa bersaing di pasar global dengan pembekalan tata cara bisnis yang baik.  

“Tjufoo sangat terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki misi yang sama yaitu meningkatkan skala bisnis UMKM. Untuk itu, mari bersama-sama membangkitkan perekonomian pasca pandemi melalui digitalisasi UMKM,” tutup TJ Tham. (*)