Harga pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta mulai mengalami penurunan.
Jogja

Harga Bahan Pokok di Kota Yogyakarta Mulai Mengalami Penurunan

  • Ibu-ibu di Kota Yogyakarta mendapat kabar menggembirakan. Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Yogyakarta pada bulan Januari mulai mengalami penurunan.
Jogja
Tyo S

Tyo S

Author

YOGYAKARTA, Jogjaaja.com – Ibu-ibu di Kota Yogyakarta mendapat kabar menggembirakan. Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Yogyakarta pada bulan Januari mulai mengalami penurunan.

Sebelumnya harga bahan pokok mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada akhir tahun 2021. Kendati demikian, stok bahan pokok hingga saat ini masih cukup aman. 

Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Riswanti mengatakan, pada awal tahun harga sejumlah bahan pokok mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari beberapa komoditas seperti telur ayam yakni dari Rp30.000 per Kilogram menjadi Rp25.000 per Kilogram.

“Sebagian sudah mulai turun. Secara signifikan, penurunan dialami oleh komoditas pada telur ayam. Untuk ketersediaan atau stok tidak ada masalah sampai awal tahun ini,” ungkapnya pada Kamis (6/1/2021).

Dari hasil pantauan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta di Pasar Beringharjo, komoditas yang mengalami penurunan diantaranya cabai rawit merah yang semula harga Rp85.000 per kilogram bahkan sampai mencapai harga Rp100.000 per kilogram di supermarket, kini sudah mulai turun di harga Rp 45.000 per Kilogram.

Riswanti mengungkapkan terjadinya fluktuasi harga disebabkan oleh faktor cuaca disamping adanya pengaruh dari faktor distribusi yang dilakukan pedagang.

“Cabai yang masuk ke Yogyakarta ada yang berasal dari Kabupaten Kulon Progo. Cabai dari kabupaten ini memang berkualitas bagus dan rata-rata tengkulak yang memenangkan lelang berasal dari Jakarta. Mau tidak mau, harga di Yogyakarta pun ikut harga hasil lelang,” katanya.

Selain harga sejumlah bahan kebutuhan pokok cenderung turun, ada beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan harga yakni pada komoditas gula pasir.

“Untuk harga telur dan cabai rawit, mengalami penurunan yang lumayan. Namun harga gula pasir mengalami sedikit kenaikan dari yang semula Rp12.500 per kilogram sekarang di harga Rp13.000 per kilogram. Harga-harga ini masih kami pantau terus,” kata Riswanti.

Untuk harga minyak goreng, saat ini masih belum stabil penurunannya. Pihaknya masih menunggu distribusi yang lebih banyak untuk minyak goreng kemasan ‘bantal’ satu liter.

“Saat ini, harga minyak goreng curah di pasar tradisional rata-rata masih bertahan Rp18.000 per kilogram. Hal ini juga masih kita pantau sampai saat ini,” katanya.

Ia berharap, dengan pemantauan yang dilakukan dapat segera menekan angka harga bahan pokok agar kembali normal.

Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Beringharjo, Joko berharap agar harga yang naik bisa segera normal.

''Semoga harga segera normal kembali, walaupun beberapa harga sudah mulai turun, tetapi ada sebagian yang masih mengalami kenaikan harga. Jika harga kembali naik, kita juga kebingungan menghadapi pelanggan yang kadang tidak percaya adanya kenaikan harga" ujarnya. (*)