Kenaikan cukai rokok berdampak pada maraknya rokok ilegal
Ekonomi, Fintech & UMKM

Harga Rokok Picu Inflasi Yogyakarta 6,05 Persen

  • YOGYA,Jogjaaja.com - Pada Januari 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 6,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,77. Inflasi
Ekonomi, Fintech & UMKM
Ties

Ties

Author

YOGYA,Jogjaaja.com - Pada Januari 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 6,05 persen dengan 
Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,77. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya  sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman,  dan tembakau sebesar 6,16 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,90 persen.
 

Kepala BPS Provinsi DIY Sugeng Arianto Msi mengatakan kenaikan juga terjadi untuk kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga  sebesar 4,52 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin  rumah tangga sebesar 4,44 persen; kelompok kesehatan sebesar 3,88 persen; kelompok transportasi sebesar 12,09 persen serta kelompok rekreasi, olahraga dan  budaya sebesar 3,25 persen. 

Selanjutnya, kelompok pendidikan sebesar 3,90 persen; kelompok  penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 6,86 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,60 persen. Adapun kelompok  yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa  keuangan sebesar -0,26 persen.

"Tingkat inflasi month to month (m-to-m) pada Januari 2023 sebesar 0,17 persen  dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Januari 2023 sebesar 0,17 persen. Pada Januari 2023, tingkat inflasi y-on-y dan tingkat inflasi y-to-d masing-masing sebesar  6,05 persen dan 0,17 persen.

 

 


Menurut Sugeng kelompok akanan, Minuman, dan Tembakau pada Januari 2023 mengalami inflasi y-on-y sebesar 6,16 persen atau terjadi  kenaikan indeks dari 113,11 pada Januari 2022 menjadi 120,08 pada Januari 2023. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok rokok dan tembakau sebesar 7,47 persen dan terendah yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar  5,86 persen.


Kelompok ini pada Januari 2023 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 1,40 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu rokok kretek filter dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,16 persen; beras sebesar 0,15 persen; bawang merah sebesar 0,10 persen; tempe sebesar 0,08 persen; tahu mentah sebesar 0,05  persen; air kemasan, mie kering instan dan rokok putih masing-masing sebesar 0,04 persen;.

 juice buah siap saji, tomat, susu bubuk untuk balita, kol putih/kubis, dan apel masing-masing  sebesar 0,03 persen. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan  deflasi y-on-y, yaitu daging ayam ras sebesar 0,09 persen; minyak goreng, kelapa, minuman  ringan, dan buncis masing-masing sebesar 0,01 persen.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Yogyakarta Januari 2023 (BPS P[rovinsi DIY)


Sugeng menjelaskan tingkat inflasi y-on-y Januari 2022 dan Januari 2021 masingmasing sebesar 2,34 persen dan 1,68 persen. Sedangkan tingkat inflasi y-to-d Januari 2022  dan Januari 2021 masing-masing sebesar 0,59 persen dan 0,54 persen.  Pada Bulan Januari 2023, dari 90 kota, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar  7,78 persen diikuti oleh Kotamobagu sebesar 7,42 persen dan Bandung sebesar 7,37 persen. 

 Inflasi y-on-y terendah dialami oleh kota Sorong sebesar 3,23 persen, diikuti oleh kota Ternate  sebesar 3,70 persen dan Kota Waingapu sebesar 3,78 persen