
HET Minyak Goreng Baru di Februari, Disdag Jamin Ketersediaan dan Distribusi Aman
- YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah secara resmi menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan dan curah per 1 Februari hari ini.Dinas Perdag
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah secara resmi menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan dan curah per 1 Februari hari ini.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogya mengaku penerapan HET baru ini bertujuan untuk memisahkan pembelian antara konsumen rumah tangga dan juga pelaku UMKM agar ketersediaan stok dan distribusi optimal.
Kepala Disdag Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) untuk penerapan HET minyak goreng tersebut di Kota Yogyakarta. Menurut Yunianto, dalam HET baru itu nantinya minyak goreng curah jadi seharga Rp11.500 per liter, kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan kemasan premium Rp14.000 per liter.
"Khusus untuk minyak goreng curah memang turunnya cukup jauh dari yang semula sekarang di pasaran seharga Rp18.000 an per liter. Tapi kan jenisnya subsidi jadi tidak dibebankan ke pedagang," jelas Yun, Senin (31/1/2020).
- Presiden Imbau NU Beri Ruang Generasi Z Tampil
- Peserta BI-Fast Bertambah 21 Bank, Ini Daftar Selengkapnya
- Merayakan Imlek, Biasanya Masyarakat Yogyakarta Mengunjungi Tempat Ini
Menurut dia, ditetapkannya HET baru komoditas minyak goreng ini merupakan upaya pemerintah dalam memisahkan konsumen end user (pengguna akhir) seperti pelaku UMKM atau rumah tangga. Sebab, selama ini fenomena di lapangan kerap kali salah satu dari end user itu saling tumpang tindih penggunaannya, sehingga dinilai kurang optimal.
"Karena sekarang kan distribusinya tidak sehat di lapangan, bisa dibilang salah sasaran. Makanya HET minyak goreng curah baru nanti di 1 Februari diharapkan bisa mengalihkan konsumsi UMKM yang biasa belanja di ritel ke pasar tradisional dan rumah tangga tetap di ritel," ujarnya.
Pihaknya belum bisa menjamin apakah ketersediaan stok minyak goreng curah dan lainnya nanti bakal cukup untuk mengkover kebutuhan masyarakat di Kota Yogya. Sebab, berkaca dari pengalaman sebelumnya saat HET minyak goreng kemasan diturunkan jadi Rp14.000 per liter, stok di supermarket kerap kosong. Namun ia tetap optimistis akan kebijakan ini.
"Yang Rp14.000 per liter untuk minyak goreng kemasan kemarin memang bisa dibilang kekurangan stok dan hanya bertahan beberapa hari saja di supermarket, jadi memang masih labil di lapangan, mudah-mudahan nanti yang kebijakan baru ini bisa aman terkait dengan stok dan juga distribusi," ungkap Yun.
Oleh karenanya Yun meminta agar masyarakat luas dan juga pelaku UMKM agar jeli dan tidak gegabah dalam melakukan pembelian saat HET minyak goreng baru ditetapkan di 1 Februari nanti. Pihaknya mengimbau agar masyarakat membeli secukupnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing dan tidak panic buying.
- Tips Mendapatkan Uang dari Game NFT Decentraland, Mulai Dari Jual Beli Tanah Virtual sampai Jadi Freelancer
- Ingin Naik Bus Trans Jogja? Simak Tarif dan Cara Pembayarannya
- Es Coklat Panjang Umur Buka Cabang di Blok O Yogyakarta
"Imbauan kami agar jangan memborong, beli sesuai dengan kebutuhan saja. Jaminan ketersediaan stok ada, pusat juga menjamin aman. Kita optimistis tentu ke depan stok dan penyaluran kondusif," pungkas dia. (Anz)
