
Ikut #IbuBerbagiBijak, Rina Kebanjiran Pesanan Fashion
- IBU atau istri di dalam rumah tangga tidak hanya berperan sebagai pemegang kendali keuangan keluarga. Tak jarang Ibu ikut menopang perekonomian dengan membuka p
Ekonomi, Fintech & UMKM
IBU atau istri di dalam rumah tangga tidak hanya berperan sebagai pemegang kendali keuangan keluarga. Tak jarang Ibu ikut menopang perekonomian dengan membuka peluang usaha.
Hal ini dialami oleh Founder Balerina Fashion, Rina Iswahyuni. Memiliki kemampuan menjahit, Dia memberanika diri menawarkan koleksi fashion miliknya. Rina juga menampung kaum ibu lain mengisi waktu luang untuk berusaha.
"Pesanan di awal usaha hanya sedikit. bahkan tidak laku. Sejak awal hanya berfikir ingin membantu perekonomian keluarga dengan menjahit baju. Termasuk keinginan membuka lapangan usaha bagi tetangga dekat yang terhimpit akibat Covid-19," ungkap Rina di sela penutupan kampanye literasi keuangan #IbuBerbagiBijak 2021 dengan menyelenggarakan networking expo yang dilakukan secara online dan offline.
Rina mengaku beruntung bisa bergabung dalam program #IbuBerbagiBijak ini karena menemukan komunitas pelaku UMKM perempuan yang inspiratif dan terus berjuang seperti selama pandemi.
- Sambut 2022, Hong Kong Tampilkan Keindahan Seni di Victoria Harbour
- Saat Cak Lontong Berbagi Tips Memajukan Pendidikan dengan Teknologi
- Malam Tahun Baru, Malioboro Dipastikan Terbuka
- Konsisten Hadirkan Solusi Investasi, BCA Luncurkan Reksa Dana Ashmore Dana USD Nusantara
- Polda DIY Siapkan 17 Pos Amankan Natal dan Tahun Baru
- Pemkot Yogya Luncurkan ADM, Masyarakat Bisa Cetak Adminduk Mandiri
"Program ini memberikan saya keberanian dan kepercayaan diri untuk terus maju, terutama dalam memanfaatkan komunitas sosial digital yang semakin berkembang. Terima kasih #IbuBerbagiBijak telah memberikan saya pengetahuan bisnis yang mendalam dan bermanfaat."
Rina menjelaskan melalui program ini mampu mengembangkan bisnis yang beberapa tahun lalu hanya mempekerjakan empat karyawan dan melayani sedikit pesanan. Namun, hingga kini telah mempekerjakan delapan puluh karyawan freelance untuk memenuhi lebih dari 1.500 pesanan pakaian jahit tangan setiap sepuluh hari.”

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman menjelaskan bangga dapat terus melanjutkan dukungan kami terhadap para perempuan pelaku UMKM yang luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang berat di tengah pandemi.
"Program literasi keuangan #IbuBerbagiBijak tahun ini bertujuan memberdayakan para perempuan pelaku UMKM di Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan keterampilan manajemen keuangan dan bisnis digital dasar. Tahun ini kami juga menghadirkan kelas mentoring dan networking untuk membantu mereka tetap berkembang di tengah era new normal dan menjadi pengusaha yang lebih mumpuni. Kami berharap program tahun ini dapat menjadi model yang dapat kami perluas lagi di tahun selanjutnya, di berbagai wilayah di Indonesia.”
Riko menjelaskan hampir semua usaha mikro di Indonesia (98%) telah mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi dengan penurunan laba mencapai 89%. Perempuan, secara khusus, menjadi kelompok masyarakat yang paling terdampak,:
Lebih dari sepertiga (37%) pelaku UMKM perempuan membukukan penurunan pendapatan antara 40% hingga 60%.
"Pelaku UMKM perempuan cenderung lebih jarang mengakses layanan pembiayaan dari bank atau bantuan sosial dari pemerintah.
Perempuan cenderung lebih berisiko kehilangan pekerjaan selama pandemi."
CEO Maxi Consulting Ardhi Setyo Putranto mengatakan bangga diberikan kesempatan bekerja sama dengan Visa dalam meningkatkan keterampilan pelaku UMKM perempuan di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Menurutnya, inisiatif ini dapat meningkatkan keterampilan mereka dan kepercayaan diri dalam menggali berbagai peluang pertumbuhan bisnis terlepas kemunduran yang disebabkan oleh pandemi.
- Sat Pol PP Kota Yogya Tutup Toko Miras Tak Lengkapi Izin
- Mulai Besok, DIY Adakan Vaksin Anak Umur 6-11 Tahun, Satpol PP Siap Tindak Keramaian Massa
- The Ordinary Day Bawa Kim Soo Hyun Raja Drakor dengan Bayaran US$424 Ribu
"Kami senang melihat banyak pelaku UMKM perempuan ini berbagi visi yang sama dalam memotivasi pertumbuhan bisnis mereka, yakni demi membantu komunitas yang paling rentan terdampak pandemi, seperti pekerja yang terkena PHK, orang tua tunggal, atau difabel.”
Sekitar 320 pelaku UMKM perempuan mendaftar untuk mengikuti rangkaian workshop online seputar manajemen keuangan bisnis dan kewirausahaan, dilanjutkan dengan kelas mentoring sebagai wadah untuk membahas berbagai tantangan dan mencari solusi yang tepat bagi bisnis mereka.
Kampanye ini juga melibatkan para pengusaha sukses sebagai narasumber untuk berbagi cerita sukses mereka. Termasuk CEO Titipku Henri Suhardja, startup di bidang social commerce, dan CEO Bukit Sekipan Adhita Dea Karisma, grup perhotelan yang terkemuka di kawasan. (*)
