
Jagoan Pariwisata Bukti Sukses Pengembangan Ekonomi dan Kearifan Lokal
- Jakarta, Jogjaaja.com – Program Jagoan Pariwisata 2024 resmi mencapai puncaknya dengan acara penghargaan yang diselenggarakan hari ini, mengumumkan pemenang dar
News
Jakarta, Jogjaaja.com – Program Jagoan Pariwisata 2024 resmi mencapai puncaknya dengan acara penghargaan yang diselenggarakan hari ini, mengumumkan pemenang dari empat kategori utama. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara tiket.com dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dirancang untuk mendorong pelaku usaha desa wisata dalam mewujudkan prinsip pariwisata berkelanjutan.
Gaery Undarsa sebagai Co-Founder dan Chief Marketing Officer tiket.com dalam sambutannya menyampaikan sebagai bagian dari program keberlanjutan Blibli Tiket Action, tiket.com kembali menjalankan program Jagoan Pariwisata yang telah memberdayakan lebih dari 205 usaha wisata di
15 desa wisata sejak 2022.
"Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dan mendorong pariwisata berkelanjutan. Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, program ini bertujuan melahirkan talenta unggul yang mendukung pertumbuhan industri pariwisata Indonesia secara berkelanjutan," kata Gaery.
- Terbesar Kedua di Indonesia, Pelanggan Indosat Jateng DIY Tembus 15,3 juta
- BPSDMI Kemenperin RI dan Kadin DIY Kembangkan Pendidikan Vokasi
- Advanta Goes to Campus, Mahasiswa UKSW Belajar Teknologi Pertanian
- Jangan Tertipu! Begini Cara Bedakan BRImo FSTVL Asli dan Palsu
Gaery menjelaskan di tahun ketiga pelaksanaannya Jagoan Pariwisata 2024 berhasil menjangkau 47 pelaku usaha di sektor homestay, atraksi, UMKM souvenir, hingga kuliner, yang berasal dari Kampung Wisata Mendut (Jawa Tengah) dan Kampung Wisata Kadipaten (DI Yogyakarta).
"Dengan mengusung tema “Empowering Local Champions for Sustainable Growth”, program ini memberikan pelatihan serta pendampingan intensif dari 27 t-fams (karyawan tiket.com).
Melalui apresiasi ini tiket.com berharap dapat turut memacu semangat para pelaku usaha wisata untuk mempraktekan bisnis pariwisata berkelanjutan," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Kemenpar RI Ika Kusuma Permana Sari menjelaskan Kementerian Pariwisata mengapresiasi program Jagoan Pariwisata tiket.com sebagai lokakarya interaktif yang mendukung pelaku usaha desa wisata. Inisiatif ini mewujudkan kolaborasi pentahelix untuk menjadikan desa wisata destinasi unggulan dengan produk lokal khas.
"Fokus pada pengembangan kualitas layanan dan adaptasi ke quality tourism menekankan keberlanjutan dan pengalaman berkualitas, sejalan dengan tren ekowisata dan wisata kesehatan. Melalui strategi 3C—Commitment, Competence, dan Champion—kami berharap peserta dapat membangun bisnis berdaya saing dan berkontribusi positif bagi ekonomi nasional. Terima kasih kepada tiket.com atas kolaborasinya; semoga kontribusi ini berlanjut dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat desa wisata," ungkapnya.
Pada puncak rangkaian program ini, tiket.com dan Kemenpar RI telah mengumumkan para pemenang dengan proposal bisnis terbaik untuk masing-masing kategori, yaitu:
●Best BeTi DeWi (Beli Kreatif Desa Wisata): Batik Lukis Totok Koswadji (Kadipaten)
●Best Accommodation: Homestay Bojong (Mendut)
●Best Digital Creative: Gendhis Suman (Kadipaten)
●Best Tourist Attraction: Eduwisata Pertanian (Mendut)
Selain memilih 4 kategori pemenang, di tahun ini tiket.com juga memberikan apresiasi khusus terkait Sustainability Recognition, yaitu apresiasi kepada para pelaku usaha wisata yang mempraktikkan program sustainability pillars dalam usaha wisatanya di antaranya
- Sinergi BRI dan BKN, Bantu Tingkatkan Kemudahan Operasional BKN
- Lewat Bazaar UMKM dan Kemudahan Mendapat Modal, BRI Dukung Pemberdayaan Kelompok Petani Durian di Pekalongan
- Dorong Industri Karet Berkelanjutan Bebas Deforestasi, KOLTIVA Perkuat Rantai Pasok Thailand untuk Kepatuhan EUDR
●Social (Culture / People) : Omah Kuluk, dinilai mampu mengintegrasikan dan melestarikan budaya ke dalam produk wisata.
●Environment: Segores Cerita, dinilai memiliki komitmen dan inovasi dalam mengembangkan bahan-bahan daur ulang. Hal ini dinilai mendukung pilar pariwisata terhadap dampak negatif ke lingkungan, terutama untuk pengolahan kembali limbah kayu.
●Economic: Rafting Magelang, dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal lewat pariwisata dengan melibatkan masyarakat sebagai pegawai. Pelibatan masyarakat setempat adalah kunci dari keberlanjutan karena akan menguatkan "ownership" dan pembagian pendapatan akan kembali ke masyarakat sekitar sehingga bisa untuk membangun infrastruktur atau kebutuhan desa lainnya. (*)
