
Jogja Fashion Trend 2024 Beri Pelatihan Desainer Gen Z, Ini Maksudnya
- YOGYA, Jogjaaja.com Pelaksanaan Jogja Fashion Trend 2024 yang dikemas dalam Grebeg UMKM pada 7 sampai 11 Agustus mendatang akan memberikan kejutan baru berupa p
UMKM
YOGYA, Jogjaaja.com Pelaksanaan Jogja Fashion Trend 2024 yang dikemas dalam Grebeg UMKM pada 7 sampai 11 Agustus mendatang akan memberikan kejutan baru berupa pemberian pelatihan (coaching) bagi desainer generasi Z. Pelatihan ini untuk memperkenalkan desain kekinian pada warastra lokal sehingga lebih menarik dan diharapkan menggoda pasar tanah air.
"Saat ini sudah ada 102 desainer yang akan mengikuti Jogja Fashion Trend 2024 dan optimistis even kali kedua ini bisa diikuti 132 bahkan lebih desainer. Jumlah desainer ini sama dengan pelaksanaan JFT 2023 yang diikuti oleh 132 desainer. Bahkan, desainer asal Singapura Hyaden Ang dan Hakimi Musta asal Malaysia sudah menyatakan ikut hadir. Mudah mudahan desainer asal India bisa bergabung juga," kata Ketua Yayasan Fashion Jogja Istimewa sekaligus Advisor Jogja Fashion Trend Afif Syakur didampingi Project Director JFT 2024 Philip Iswardono disela Soft Launching Gernas Grebeg UMKM dan JFT 2024 di Gedung Heritage Bank Indonesia Yogyakarta, Senin (8/7/2024).
- Meriahkan HUT ke-90 Paroki Santo Yakobus Bantul, Esteyekabe Musica Gelar Choral Concert 'Love and Praise'
- Entrasol Can Susu Steril, Jurus Jitu Tangkal Radikal Bebas
- Beli USDC di Jaringan Arbitrum: Panduan Eksklusif melalui Beli Finance X Cryptowatch
- Data Garmin Sebut Jumlah Pelari di Indonesia Mengalami Peningkatan 3 Kali Lipat
Afif menjelaskan JFT 2024 mengusung tema Inspectre yang merupakan proses kreatif panjang menuju perubahan bertahap bagi brand atau jenama fashion untuk mempresentasikan karyanya untuk tumbuh berkembang di pasar global. "Spectrum itu tertuang dengan karya yang menginsirasi akan kekayaan dan budaya lokal nusantara dan berorientasi internasional," katanya.
Menurut Afif pihaknya bersama Disperindag DIY dan Bank Indonesia juga akan meluncurkan buku trend fashion yang mulai berlaku di tahun 2025 yang mengangkat kembali wrastra Indonesia sehingga bisa go internasional.

"Wrastra lokal punya cerita dan keindahan. Hal itu tidak terlihat pada kain saja tapi garis yang digunakan sehingga akan lebih unik dan berkembang. Misalnya mencintai batik dari lahir sampai meninggal dunia."
Karena itu, imbuh Afif pada JFT 2024 akan memfasilitasi dan memberi bimbingan bagi desainer generasi Z. Padahal kebijakan ini sudah dilakukan Korea Selatan pada 10 tahun lalu sehingga generasi Z tidak harus mengenakan atau berkarya pada batik murni saja melainkan pada kebaya atau bahu bodo kekinian.
"Jadi tidak melulu pada batik murni saja tapi bida dipadupadankan dengan corak atau budaya lokal seperti baju bodo. Bahkan, diharapkan bisa berkembang pada produk turunan fashion lainnya seperti tas atau sepatu," tandasnya.
Afif Syakur menyadari eksistensi JFT juga bergantung pada show director yang mampu menjual konsep out of the box sampai harus memiliki wawasan internasional. Terlebih JFT baru berusia satu tahun sehingga diperlukan karya terbaik para desainer.
"JFT baru setahun, masih bayi dan ini baru memasuki tahun kedua. Kita tdak bisa tanpa kehadiran desainar sehingga mampu menjual kualitas even. Kalau makanan kunci jualannya enak dan harga terjangkau. Kalau JFT barang bagus dan harganya juga terjangkau. Lalu ada kemasan show seperti lighting dan sound system," pungkasnya.
- Kondisi Ekonomi Kian Kondusif, Produk Zurich Inter-Generasi Bidik Keluarga Matang di Jogjakarta
- Kegigihan Ahmad Hantarkan Masuk Fapet UGM Tanpa Tes
- Dampak Positif Expo 2020 pada Ekonomi dan Investasi
Sementara itu, Asmat Pro dipercaya menangani show management Jogja Fashion Trend (JIFT) 2024. Nyuci Dwijo Susilo MPd, Direktur Asmat Pro, mengaku siap menggarap event maksimal.
