Jogja

Jogja Memasuki Puncak Kemarau, Berikut 5 Tips Menjaga Imunitas di Tengah Cuaca Panas

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Seperti dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hampir seluruh wilayah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sudah
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Seperti dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hampir seluruh wilayah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sudah memasuki musim kemarau pada awal Agustus ini.

Bahkan, lembaga ini juga menyebut awal musim kemarau di DIY umumnya terjadi pada dasarian 3 Juni atau akhir Juni. Hal itu ditandai dengan adanya pergerakan monsoon Australia (angin timuran) di wilayah DIY.

”Kalau dilihat dari data-data yang ada di BMKG, diprediksikan puncak musim kemarau 2022 di DIY umumnya terjadi pada Agustus 2022,” kata Kepala kelompok data dan informasi BMKG Stasiun klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum, dalam keterangan resminya, Jumat (6/8/2022).

“Diperkirakan pada bulan Agustus intensitas hujan berkisar 0 sampai 20 mm menerangkan pertanda musim kemarau."


Ia pun meminta kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh, mengingat cuaca panas menyengat diprediksi akan terjadi di Jogja, seiring dengan masuknya musim kemarau.

”Kami minta masyarakat selalu menjaga imunitas tubuh dengan cara mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Selain itu untuk memantau kondisi terkini tentang cuaca alangkah baiknya apabila masyarakat mengupdate informasi dari BMKG,” terangnya.

Lantas, apa saja yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas saat musim kemarau?

Berikut ini 5 tips, yang dirangkum dari laman resmi Dinas Kesehatan DIY.

Cukup tidur

Selama musim kemarau dan musim-musim lainnya, kita dianjurkan untuk mencukupi waktu tidur dalam sehari. Rata-rata kebutuhan tidur orang dewasa adalah sekitar 8 per hari.

Dengan tidur yang cukup, daya tahan tubuh Anda juga akan tetap optimal, sehingga berbagai penyakit di musim kemarau tak mudah menyerang.

Tak hanya itu, tidur yang cukup juga membuat kinerja tubuh tetap terjaga dengan baik, lantaran tubuh memiliki waktu istirahat sambil memperbaiki sel-sel yang rusak.

Banyak minum air putih

Dehidrasi jadi salah satu bahaya yang mengintai kala kemarau. Maka, cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi saat musim kemarau adalah dengan minum air putih sebanyak delapan gelas sehari.

Selain itu, batasi atau hindari juga minuman berkafein dan bersoda, karena keduanya tak membantu memenuhi cairan tubuh layaknya air putih.

Perhatikan kebersihan diri dan bahan makanan

Paparan debu yang tinggi membuat tangan atau bahan makanan lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri atau kuman penyebab penyakit.

Karena itu, Anda dituntut untuk lebih memperhatikan kebersihan diri dan asupan yang hendak dikonsumsi.

Untuk menjaga kebersihan diri, Anda dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Di samping itu, mandilah paling tidak dua kali dalam sehari.

Tetap aktif

Berolahraga dapat menjaga daya tahan tubuh tetap prima, sehingga penyakit tak mudah menyerang. Anda tak perlu melakukan olahraga intensitas berat. 
Yang terpenting, olahraga tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan, minat serta dilakukan secara rutin dan teratur.

Beberapa aktivitas fisik ringan seperti berkebun, membersihkan rumah atau sekadar berjalan mengitari lingkungan sekitar bisa Anda jadikan pilihan. Jika memungkinkan, gunakanlah masker saat berolahraga.

Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang

Makanan sehat dan bergizi seimbang berperan penting dalam menjaga kinerja serta kesehatan tubuh.

Dalam hal ini, beberapa makanan yang bisa Anda konsumsi adalah sayuran, kacang-kacangan dan buah. Hindari atau batasi konsumsi makanan cepat saji dan gorengan—apalagi yang dijual di pinggir jalan. (Eff)