
Kawasan Pedestrian Titik Nol Kilometer Kembali Dipagari, Ada Apa?
- YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogya berencana untuk kembali memagari kawasan Titik Nol Kilometer pada masa libur Natal dan Tahun Baru nanti. Upaya ini d
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogya berencana untuk kembali memagari kawasan Titik Nol Kilometer pada masa libur Natal dan Tahun Baru nanti. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 kembali melonjak saat akhir tahun nanti.
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sejumlah tempat publik ditengarai bakal menimbulkan kerumunan pada masa libur lahir tahun nanti, tak terkecuali kawasan Nol KM. Area itu kerap dijadikan pengunjung sebagai spot selfie.
Untuk itu, menindaklanjuti instruksi pusat soal pencegahan Covid-19, sejumlah tempat publik yang berpotensi menimbulkan keramaian rencananya akan ditutup pada akhir tahun nanti. Selain memagari area Nol KM, kawasan Alun-alun Selatan juga direncanakan akan ditutup.
“Pedestrian di sekitar Nol KM, yang biasa untuk kumpul-kumpul juga akan kembali dipagari di kedua sisinya. Untuk Alun-Alun Selatan masih akan dibicarakan dengan berbagai pihak terkait teknisnya,” kata Heroe, Rabu (15/12/2021).
Heroe menambahkan, pihaknya sampai saat ini terus membahas rencana pemberlakuan skema yang tepat bagi masyarakat dan wisatawan pada akhir tahun nanti. Hanya saja, ia memastikan bahwa skema ganjil genap di kawasan wisata tidak bakal diterapkan.
“Yang jelas tidak ada perubahan drastis terkait aturan wisata yang datang. Kami antisipasi dengan menyaring orang-orang yang datang betul-betul sehat serta menghindarkan kerumunan. Cuma itu saja,” katanya.
- Di Jateng-DIY ada 1,1Juta Pengguna Livin by Mandiri
- Dewi Tinalah, Desa Wisata Edukasi di Kulon Progo dengan Konsep Digitalisasi
- Buka 2 Cabang Baru, Ayam Keprabon Berikan Promo Beli 1 Gratis 1
Kepala Satpol PP Kota Yogya, Agus Winarto mengaku, pihaknya nanti akan fokus pada upaya penegakan protokol kesehatan kepada warga di sejumlah tempat publik. Pihaknya juga akan menurunkan personel ke lapangan untuk memantau aktivitas dan penegakan protokol kesehatan di sejumlah area.
“Kami siap turun dengan personel penuh untuk pengawasan prokes,” kata Agus. (Anz)
