
Kelurahan Gunungketur Gelar Pelatihan Pembuatan Batik Ecoprint
- Kelurahan Gunungketur menggelar pelatihan pembuatan batik ecoprint. Pelatihan ini diadakan untuk menambahkan kemampuan dan kreativitas bagi warganya.
Ekonomi, Fintech & UMKM
YOGYAKARTA, Jogjaaja.com – Kelurahan Gunungketur menggelar pelatihan pembuatan batik ecoprint. Pelatihan ini diadakan untuk menambahkan kemampuan dan kreativitas bagi warganya.
Lurah Gunungketur, Sunarni menuturkan di masa pandemi COVID-19, semua aspek kehidupan terdampak. Untuk itu, katanya, pelatihan pembuatan batik ecoprint ini sebagai salah satu upaya membangkitkan kembali aktivitas ekonomi warga di tengah pandemi COVID-19.
"Banyak warga Gunungketur yang semula kerja kantoran beralih menjadi wirausaha, pelatihan ecoprint menjadi terobosan selain itu juga ramah lingkungan," katanya di Kampung Margoyasan.
- Maybank Marathon, Elite Label Road Race Pertama Kembali Digelar di Bali
- Tanpa Jeda Iklan, Ini Cara Download Video dengan YouTube Vanced
- Ini Dia, Cara Rahasia Agar Akun TikTok Mendapat Centang Biru Sebagai Akun Verified Resmi
Selain itu, lanjutnya, para peserta juga dapat mendesin motif ecoprint tersebut sesuai keinginan mereka. "Dengan corak yang berbeda satu dan lainnya menjadi keunggulan tersendiri,” ujarnya.
Sunarni berharap dengan adanya pelatihan tersebut dapat membantu meningkatkan kreativitas dalam membatik, serta mampu bersaing dengan pembuat batik lainnya.
"Semoga dengan pelatihan ini dapat lebih berkreatif, dapat meningkatkan usaha membantik yang dikembangkan masing-masing pesrta," jelasnya.
- Gubernur Serahkan LKPD DIY Ke DPRD, PAD Mulai Meningkat
- 9 Tips Paling Ampuh Hemat Kuota Data Smartphone
- Dipenuhi Adegan Panas, Through My Window Layakkah Ditonton?
Dalam pelatihan inI, dihadirkan perajin ecoprint yang sudah profesional. Para peserta pun sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Dalam pelatihan ini peserta diberikan penjelasan tentang ecorpint dan bagaimana proses pembuatannya, kemudian peserta juga dikenalkan dengan teknik botanical ecoprint dengan menggunakan daun-daun yang lebih variatif yang ada di sekitar warga. (*)
