
TPA Piyungan Kembali Dibuka, Petugas Mulai Angkut Tumpukan Sampah di Sejumlah TPS
- YOGYA, Jogjaaja.com - Petugas layanan persampahan mulai mengangkut tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS) di Kota Jogja. Per
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Petugas layanan persampahan mulai mengangkut tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS) di Kota Jogja. Per Senin (21/3/2022) ini layanan di TPA Piyungan telah kembali dibuka.
Petugas TPS Sektor Krasak, Martono menjelaskan, selama tiga hari ditutup sampah memang sudah menumpuk di lokasi TPS. Pihaknya kemudian mulai mengangkuti sampah tersebut sejak pukul 04.00 Wib.
"Jam 07.00 WIB tadi sudah berangkat dua truk. Ini kita menunggu dulu truknya kembali ke sini," kata dia.
- Produk Tembakau Alternatif Solusi Turunkan Prevalensi Merokok
- Astra Group Yogyakarta Vaksinasi Dosis Ketiga Bagi 1.049 Karyawan dan Keluarga
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Warga Dicalonkan Masuk Penghargaan Nobel
- LinkAja, Alat Pembayaran Transportasi Publik Terlengkap
Martono menjelaskan melubernya sampah hingga nyaris ke jalan raya inu juga disebabkan warga yang tetap membuang sampah meski imbauannya agar menyimpan dulu di rumah masing-masing.
"Kalau warga kan tahunya sudah membayar retribusi sampah, dan punya hak membuang ke sini. Tiga hari itu TPS di sini sudah kami tutup termasuk memberi spanduk. Tapi malah tetap membuang warga ini," kata dia.
Lebih lanjut, selama tiga hari TPS Krasak ditutup lebih kurang 21 ton sampah yang menggunung. Martono mengatakan butuh sekitar lima truk untuk mengangkut ke TPST Piyungan.
"Kalau lancar ya sehari ini bisa selesai dibawa ke Piyungan. Tapi kan di sana tidak hanya Kotamadya (Jogja) saja. Sleman dan Bantul juga membuang ke sana," katanya.
Sehingga setiap TPS dari masing-masing Kabupaten serta Kota harus mengantre untuk membuang ke TPST Piyungan.
Sementara warga Tahunan, Kemantren Umbulharjo, Surtijah mengaku harus ada solusi yang tepat dari pemerintah terkait persoalan sampah ini. Pihaknya berharap bank sampah ini dijalankan di setiap wilayah untuk mengurangi produksi sampah yang ada di Kota Jogja.
“Kebetulan saya kader dan ketua PKK, solusi memang harus segera ditemukan terkait sampah-sampah ini. Namun sebagai warga, minimal kita bisa memilah-milah sampah mana yang bisa di daur ulang dan dibuang.”
- Saat Brand Lokal Ikutan ‘Paris Fashion Week’ Lalu Minta Maaf..
- Biaya Iuran BPJS Kesehatan per Maret 2022
- Bamsoet Nilai Penambangan Kripto di Indonesia Masih Sangat Besar
"Maka kehadiran bank sampah ini harus didorong terus. Sehingga masyarakat tidak langsung membuang sampah, tapi dapat memanfaatkan sebagiannya dari pengelolaan bank sampah," kata Surtijah. (Anz)
