Ilustrasi foto biji kopi
Serba serbi

Kenali Perbedaan Cappuccino dan Latte: Panduan Lengkap untuk Pecinta Kopi

  • Jakarta, Jogjaaja.com Bagi para pecinta kopi, cappuccino dan latte merupakan dua varian minuman yang sangat populer. Meskipun keduanya sama-sama berbahan dasar
Serba serbi
Leon

Leon

Author

Jakarta, Jogjaaja.com Bagi para pecinta kopi, cappuccino dan latte merupakan dua varian minuman yang sangat populer. Meskipun keduanya sama-sama berbahan dasar espresso dan susu, terdapat beberapa perbedaan mendasar yang membuat keduanya unik. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai perbedaan cappuccino dan latte, mulai dari komposisi, rasa, hingga cara penyajiannya.

Definisi Cappuccino dan Latte
Sebelum membahas perbedaannya, mari kita pahami terlebih dahulu definisi dari kedua minuman ini:

Cappuccino
Cappuccino adalah minuman kopi tradisional Italia yang terdiri dari tiga lapisan utama dengan perbandingan yang sama rata, yaitu espresso, susu panas yang dikukus (steamed milk), dan busa susu (milk foam). Namanya terinspirasi dari jubah para biarawan Kapusin yang berwarna cokelat, mirip dengan warna minuman ini. Cappuccino biasanya disajikan dalam cangkir berukuran 150-180 ml.

Latte
Latte, atau lengkapnya caffè latte, juga berasal dari Italia dan secara harfiah berarti "kopi susu". Minuman ini terdiri dari espresso yang dicampur dengan susu panas dalam jumlah lebih banyak dibandingkan cappuccino, dan diakhiri dengan lapisan tipis busa susu di atasnya. Latte umumnya disajikan dalam gelas yang lebih besar, sekitar 240-300 ml.

Komposisi dan Rasio Bahan
Perbedaan utama antara cappuccino dan latte terletak pada komposisi dan rasio bahan-bahannya:

Komposisi Cappuccino
Cappuccino klasik memiliki komposisi yang seimbang antara ketiga komponennya:

1/3 espresso (30-40 ml)
1/3 susu panas yang dikukus (steamed milk)
1/3 busa susu (milk foam)
Rasio ini memberikan cappuccino tekstur yang lebih kental dan rasa kopi yang lebih kuat dibandingkan latte.

Komposisi Latte
Latte memiliki komposisi yang lebih didominasi oleh susu:

1/6 espresso (30-40 ml)
4/6 susu panas yang dikukus (steamed milk)
1/6 busa susu tipis (thin layer of milk foam)
Rasio ini membuat latte memiliki rasa yang lebih ringan dan creamy dibandingkan cappuccino.

Perbedaan Rasa dan Tekstur
Komposisi yang berbeda tentu menghasilkan rasa dan tekstur yang berbeda pula:

Rasa dan Tekstur Cappuccino
Cappuccino memiliki rasa kopi yang lebih kuat dan tegas. Pada tegukan pertama, Anda akan merasakan busa susu yang tebal dan creamy, diikuti oleh perpaduan rasa espresso yang kuat dan susu yang lembut. Teksturnya lebih kental dan "berat" dibandingkan latte.

Rasa dan Tekstur Latte
Latte memiliki rasa yang lebih ringan dan lebih "milky" dibandingkan cappuccino. Rasa kopinya lebih subtle karena persentase susu yang lebih banyak. Teksturnya lebih cair dan smooth, dengan lapisan busa yang tipis di bagian atas.

Cara Penyajian dan Presentasi
Selain perbedaan dalam komposisi dan rasa, cappuccino dan latte juga memiliki cara penyajian yang berbeda:

Penyajian Cappuccino
Cappuccino tradisional biasanya disajikan dalam cangkir keramik berukuran 150-180 ml dengan bentuk yang lebih bulat. Busa susu di atasnya cenderung tebal dan sering kali ditaburi dengan bubuk cokelat atau kakao sebagai hiasan. Cappuccino jarang disajikan dengan latte art yang rumit karena ketebalan busanya.

Penyajian Latte
Latte umumnya disajikan dalam gelas yang lebih besar dan tinggi, biasanya berukuran 240-300 ml. Karena lapisan busa yang lebih tipis, latte menjadi kanvas yang sempurna untuk latte art. Barista sering kali menghias permukaan latte dengan berbagai gambar dan pola menggunakan teknik menuangkan susu (milk pouring) atau menggambar dengan alat khusus.

Sejarah dan Asal-usul
Untuk memahami lebih dalam perbedaan cappuccino dan latte, mari kita telusuri sejarah dan asal-usul kedua minuman ini:

Sejarah Cappuccino
Cappuccino pertama kali muncul di Italia pada awal abad ke-20, tetapi popularitasnya meningkat pesat setelah Perang Dunia II. Nama "cappuccino" terinspirasi dari jubah para biarawan Kapusin yang berwarna cokelat, mirip dengan warna minuman ini. Awalnya, cappuccino hanya diminum di pagi hari sebagai bagian dari sarapan Italia. Namun, seiring waktu, kebiasaan ini berubah dan cappuccino kini dinikmati sepanjang hari di seluruh dunia.

 

Sejarah Latte
Meskipun konsep mencampur kopi dengan susu sudah ada sejak lama, latte dalam bentuk yang kita kenal sekarang mulai populer di Amerika Serikat pada tahun 1980-an. Istilah "caffè latte" sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti "kopi susu". Latte menjadi sangat populer di Amerika karena rasanya yang lebih ringan dan manis dibandingkan espresso murni, sesuai dengan selera konsumen Amerika pada saat itu. (*)