Wisata Goa Kalisuci
Jogja

Kepercayaan Wisatawan Jadi Kunci Pulihnya Pariwisata DIY

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Propinsi DIY selama pandemi CoViD-19 telah mengalami beberapa kali perubahan level PPKM, mulai dari level 4, 3 sampai sekarang di level 2.
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Propinsi DIY selama pandemi CoViD-19 telah mengalami beberapa kali perubahan level PPKM, mulai dari level 4, 3 sampai sekarang di level 2. Perubahan level PPKM ini tentu berdampak pada kondisi pariwisata dan ekonomi masyarakat DIY.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo saat live Youtube Ngobrolin Jogja dengan tema Geliat Wisata DIY Saat Pandemi di Penghujung Tahun 2021. Menurut Singgih, pertumbuhan wisata di DIY saat pandemi mulai tampak setelah ada perubahan level PPKM dari 4 ke 3.

“Kepercayaan wisatawan untuk berwisata di DIY mulai tumbuh karena sudah diterapkannya protokol kesehatan, persiapan pun sebelumnya kita lakukan sehingga mendapat respon positif dari para wisatawan. Dan sekarang di level 2 ini disambut lebih positif lagi,” imbuhnya.

Diungkapkan Singgih, sampai saat ini sudah sekitar 84.000 wisatawan yang terdaftar di Visiting Jogja selama pandemi. Angka ini di luar kondisi nyatanya karena banyak juga wisatawan yang tidak menggunakan aplikasi Visiting Jogja selama berwisata di DIY.

Menurut Singgih, selama pandemi sampai dengan saat ini, tren jumlah wisatawan di DIY setiap harinya di hari kerja kisarannya tidak terlalu signifikan untuk seluruh destinasi wisata, yakni antara 1.000-2.000. Sedangkan pada hari Sabtu mulai naik menjadi 6.000-7.000 dan hari Minggu sebagai puncaknya bisa sampai 7.000-8.000 orang perhari yang berwisata di DIY.

“Selalu saya bilang, CoViD-19 dengan pariwisata itu bertolak belakang. CoViD harus stay at home tapi pariwisata malah disuruh jalan-jalan. Tapi inilah yang harus kita sikapi bersama. Kita tidak boleh berhenti total, harus tetap ada aktivitas agar tetap ada pergerakan, baik sosial maupun ekonomi. Tapi juga tidak bisa meninggalkan kesehatan, harus beriringan. Sekarang harus sehat dulu baru jalan-jalan,” paparnya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Suwardi mengatakan, DIY sebagai daerah wisata bukan hanya sekedar jargon. Pertumbuhan wisata dan pengembangannya ada yang dilakukan oleh Pemda DIY, pemkab masing-masing, oleh kelurahan/kalurahan, dan ada juga yang dikelola masyarakat.

“Ini menggambarkan objek wisata menjadi hal yang besar manfaatnya bagi masyarakat karena mampu memberikan dampak yang luas. Saat turun ke level PPKM 2, objek wisata yang dibuka oleh Kementerian Pariwisata juga masih terbatas, belum semua destinasi wisata. Nah saat ini yang masih harus kita perhatikan ialah bagaimana agar destinasi wisata bisa tetap buka, tapi penerapan protokol kesehatan bisa terus jalan,” paparnya.

Sementara itu, Lurah Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi mengungkapkan, di tahun 2021 pihaknya cukup optimis dengan situasi pariwisata di Panggungharjo yang terus membaik. Menurut catatan Kalurahan Panggungharjo, jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek-objek wisata di Panggungharjo hingga akhir tahun ini bisa mencapai antara 1,3-1,4juta selama tahun 2021.

“Meski belum sepenuhnya normal, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2020 lalu. Ini menandakan kembalinya geliat pariwisata dan ekonomi kita secara umum. Ini juga tidak lepas dari upaya semua pihak dalam rangka bersama menciptakan kondisi yang nyaman hingga menumbuhkan kepercayaan wisatawan,” imbuhnya. (*)