Bantul

Keseruan Murid KB/TK Amal Insani Saat Fun Cooking Membuat Burger Bersama Geprek Sa'i Sambilegi

  • BURGER atau Hamburger menjadi makanan favorit semua kalangan. Termasuk anak-anak karena rasanya yang lezat dan mengenyangkan.Selai itu, cara membuatnya terbilan
Bantul
Ties

Ties

Author

BURGER atau Hamburger menjadi makanan favorit semua kalangan. Termasuk anak-anak karena rasanya yang lezat dan mengenyangkan.

Selai itu, cara membuatnya terbilang mudah. Karena itu, Kelompok Bermain/Taman Kanak-Kanak (KB/TK) Amal Insani Yogyakarta bersama Geprek Sa'i Sambilegi, Jumat (16/3) mengadakan fun cooking sebagai bentuk kegiatan rutin sekolah dengan metode learning by doing yaitu belajar secara langsung mempraktekkan cara membuat burger.

Para murid bisa melihat bahkan membuat langsung makanan yang berasal dari luar negeri itu.Irisan roti, sayuran seperti bawang bombai, selada dan daging. Tak lupa dilengkapi mayones atau saus sambal. Bagi yang tak suka pedas bisa menggunakan saus tomat. Setelah itu, hasil karya setiap siswa dibawa pulang untuk disantap sampai habis.

Pemimpin KB/TK Amal Insani Yogyakarta Hima Kurnia Ssos menjelaskan fun cooking bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada anak tentang cara pembuatan burger, nama dan komposisi bahan serta cara menyusunnya.

"Dari sini anak akan belajar banyak hal yaitu mengenal bentuk, tekstur, rasa, warna, memahami intruksi, komunikasi dan sosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kegiatan ini dipandu oleh 2 orang staf dari geprek sa'i dan di dampingi oleh guru kelas," ungkap Hima Kurnia.

Hima Kurnia menjelaskan kegiatan kali ini  diikuti oleh semua siswa kelompok bermain maupun taman kanak-kanak yang terdiri dari 23 siswa KB dan 66 siswa TK. Namun, karena masih dalam situasi pandemi maka kegiatan cooking class di bagi menjadi 3 sesi untuk menghindari kerumunan dan penerapan protokol kesehatan di sekolah.

“Protokol kesehatan menjadi perhatian utama. Anak anak sangat antusias mengikuti kegiatan karena bisa praktik secara langsung dan membawa pulang hasil karya mereka sehingga menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan.”

"Apalagi, setelah sekian lama menghadapi pandemi dan mengikuti pembelajaran secara online ini merupakan kali pertama kegiatan offline yang dilaksanakan di sekolah, pungkas Hima Kurnia. (*)