Jogja

KISP Melakukan Analisis Big Data Soal Pemberitaan Panwascam

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) memetakan pemberitaan media daring yang menyorot mengenai topik pemberitaan seleksi Panwascam yang d
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) memetakan pemberitaan media daring yang menyorot mengenai topik pemberitaan seleksi Panwascam yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota secara serentak di Indonesia. Sejak diumumkannya pembukaan seleksi panwascam pada 21-27 September, pemberitaan mengenai seleksi Panwascam begitu masif sehingga telah menjadi perbincangan publik.

Peneliti KISP, Muhammad Iqbal Khatami menyatakan, pihaknya mencatat sepanjang 1 hingga 30 Oktober 2022 terdapat sebanyak 2.891 pemberitaan terkait Panwascam. Kenaikan signifikan jumlah pemberitaan ada pada rentang tanggal 24 Oktober hingga puncaknya pada 28 Oktober 2022.

"Dari hasil pemetaan kami, ada 12 media massa daring yang terbanyak memberitakan berita terkait Panwascam," katanya, Selasa (1/11/2022).

Ke 12 nya adalah merdekapost.com, tribunnews.com, aceh.tribunnews.com, jateng.tribunnews.com, medan.tribunnews.com, regional.kompas.com, news.detik.com, jatim.tribunnews.com, kumparan.com, tvonenews.com, radarjember.jawapos.com dan sampit.id.

Adapun sebanyak 61,8 persen berita berisi pemberitaan negatif dan sisanya merupakan berita positif. Sentimen positif sebagian besar berisi hal-hal baik tentang proses seleksi Panwascam, seperti kesuksesan penyelenggaraan, pelantikan, dan lain sebagainya. Sedangkan sentimen negatif sebagian besar diisi oleh pemberitaan tentang dugaan kecurangan hingga pelanggaran proses seleksi Panwascam.

"Sementara estimasi jangkauan seluruh pemberitaan Panwascam ada sebanyak 11.602.999 page views," jelasnya.

Tiga kata kunci yang paling banyak muncul adalah mengenai Computer Assisted Tes (CAT), keterwakilan perempuan dan partai politik. Kata CAT mulai banyak bermunculan sejak 18 Oktober 2022 yang merupakan waktu pengumuman hasil tes CAT. 

Kemudian mengalami peningkatan distribusi pemberitaan terkait CAT sejak 24 hingga 26 Oktober dikarenakan banyaknya protes terhadap dugaan pelanggaran dan dugaan tidak transparansinya proses tes CAT Panwascam. Misalnya di daerah Kabupaten Bogor, Kota Bitung, Kabupaten Kerinci, Lampung, Bangkalan, Pamekasan, Malang, hingga enam kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat.

"Kemudian pada tanggal 1 Oktober muncul pemberitaan minimnya keterlibatan perempuan untuk mendaftarkan sebagai petugas Panwascam, sehingga muncul perpanjangan seleksi di berbagai daerah," katanya.

Sementara untuk partai politik, pada 22 hingga 26 Oktober 2022 juga mencuat pemberitaan terkait adanya indikasi anggota panwascam yang terpilih juga memiliki hubungan dengan partai politik. Pemberitaan ini muncul di beberapa wilayah seperti Banyuwangi, Nagan Raya, Jember, Lhoksemawe, Deliserdang hingga Maluku Utara. Selain itu, juga muncul isu dugaan kedekatan antara Panwascam terpilih dengan Anggota Bawaslu. Misalnya terjadi di Probolinggo, Pinarang, hingga Asahan.

Peneliti KISP, Muhammad Iqbal Khatami dalam agenda Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Tingkat Menengah Tahun 2022 di Daerah Istimewa Yogyakarta. (anz)