Kicauan akun @kinderpoyyy di Twitter mengenai aksi klithih yang membuat dirinya terluka.
News

Klithih Kian Meresahkan, Tagar #YogyaTidakAman dan #JogjaDaruratKlithih Jadi Trending di Twitter

  • Aksi klithih di Daerah Istimewa Yogyakarta semakin merajalela belakangan ini. Bahkan, aksi penyerangan secara acak yang dilakukan oleh oknum anak baru gede (ABG) dengan senjata tajam ini sudah mengakibatkan banyak korban berjatuhan.
News
Tyo S

Tyo S

Author

YOGYAKARTA, Jogjaaja.com – Aksi klithih di Daerah Istimewa Yogyakarta semakin merajalela belakangan ini. Bahkan, aksi penyerangan secara acak yang dilakukan oleh oknum anak baru gede (ABG) dengan senjata tajam ini sudah mengakibatkan banyak korban berjatuhan. 

Maraknya aksi klithih ini membuat tagar #YogyaTidakAman dan #JogjaDaruratKlithih menggema di media social Twitter. Selain itu, juga muncul tagar #SriSultanYogyaDaruratKlithih.

Tagar #YogyaTidakAman menjadi trending topic di Twitter. Tercatat 9.845 kicauan membahas fenomena klithih ini. Viralnya tagar tersebut bermula dari kicauan pemilik akun @kinderpoyyy, Senin (27/12/2021). Ia menceritakan pengalamannya saat menjadi korban aksi klithih. 

“Demi apa masih jam segini Jogja klitih. Awalnya ada mobil catcalling ke aku tp ku bodo amataun gasadar sebelah kiri udah ada motor mepet 2 orang kirain mau begal, eh tbtb megang tangan ku reflek aku ngmng ***. Kirain cukup sampe disitu gesyak, dijalan kan ujan yak eh kok tangan sebelah kiri perih gataunya. Jaket gua kebeset gatau nip iso apa golok, eh kalo golok mah tangan gua dah ilang satu,” tulis akun @kinderpoyyy.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi di Underpass Jalan Kaliurang. Ia juga mengingatkan agar selalu berhati-hati saat di jalan.

“Ini kejadiannya di Underpass Jakal yaaa, btw aku galiat plat atau ciri org karna gelap dan monmaap hujan2 dan mataku minus 3,5 jadi u know wht I mean muehehe but is okey kok. Dimanapun klen stay safe yaaaw,” imbuhnya.

Unggahan akun @kinderpoyyy ini di-retweet oleh akun Twitter @merapi_uncover dan menjadi viral. Hingga Selasa (28/12/2021) pukul 10.22 malam, unggahan ini sudah dire-tweet hingga 4.084 kali.  

Kicauan ini mendapat tanggapan dari warganet. Mereka mengecam aksi klithih yang justru semakin marak belakangan ini.

“Jakal atas – bawah, Concat – Gejayan, Palagan – AM Sanaji, jalur yang tiap hari tak lewati semua rawan klithih. Ya Gusti, paring kulo slamet,” tulis Dani Martin.

“Mohon kondusifkan dulu, banyak kenangan di Jogya beberapa lama tanpa ada rasa takut. Mengapa sekarang menjadi mencekam, korbane juga dari beberapa kalangan termasuk kaum pelajar,” ungkap Sugianto.

Sebelumnya di grup Info Cegatan Jogja (ICJ), Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengajak masyarakat untuk memanfaatkan nomor telepon 110. Nomor tersebut digunakan untuk menerima laporan masyarakat dan akan segera ditindaklanjuti.

“110 akan diterima oleh polres terdekat. Jika polres terdekat tidak angkat maka akan diterima oleh operator polda. Jadi patroli bisa mendekat ke TKP. Monggo dimanfaatkan 110 dgn bijak,” tulis Kombes Pol Yuliyanto.

Namun informasi yang disampaikan Kombes Pol Yuliyanto langsung mendapat tanggapan dari Ema Ratnasari. Menurut Ema, nomor telepon 110 tidak berfungsi dengan baik. 

“Mohon maaf pak saya barusan telp 110 tetapi jawabannya sedang tidak beroperasi. Tadi saya mak tratap karena tadi sekitar jam 21.30 banyak muda-mudi pakai motor blombongan dan ada yang bawa carang,” ungkap Ema.

Untuk diketahui, klitih adalah kejahatan jalanan yang kerap terjadi di Jogja. Klitih, merupakan istilah yang merujuk kepada kegiatan seseorang keluar rumah malam hari tanpa tujuan yang jelas. Biasanya pelaku klithih ini adalah oknum anak-anak remaja (ABG) yang melakukan aksi sebagai bentuk pengakuan di kelompoknya. (*)