
Komarudin Pernah Dirawat di RS PKU, Dokter Menyerah Tak Bisa Disuntik
- YOGYA, Jogjaja.com - Banyak sisi menarik yang bisa dikupas oleh sosok tentara Nyentrik Letnan Komarudin. Dalam film janur kunig ditampilkan Komarudin sebagai pr
Jogja
YOGYA, Jogjaja.com - Banyak sisi menarik yang bisa dikupas oleh sosok tentara Nyentrik Letnan Komarudin. Dalam film janur kunig ditampilkan Komarudin sebagai prajurit gagah berani. Tak sekadar kebal peluru namun jiwa patriotiknya sangat tinggi.
Diketahui Komarudin setelah memilih mundur dari tentara memilih merantau ke Jakarta dan menjamdi preman di pasar senen. Sekitar tahun 1972 Komarudin akhirnya kembali ke Kotagede. Tak lama sampai di kota tersebut, ia kemudian jatuh sakit hingga mengalami koma dan dirawat di Pusat Kesehatan Umat (PKU) milik Muhammadiyah.
- Hari Penegakan Kedaulatan Negara Wujud Penguatan Indonesia Dari Yogyakarta
- Ternyata Letnan Komarudin Sempat Dituding Makar Hingga Memilih Menjadi Preman
- Pemprov Jatim Minta Pemerintah Pusat Lindungi IHT dari Revisi PP 109/2012
- Serangan Oemoem 1 Maret Ingatkan Sosok Komarudin, Pejuang ‘Nyentrik’ dan Kebal Peluru
Dokter Barid adalah nama salah seorang yang menanganinya. Selain usia yang menua, pola hidup yang tidak teratur memperburuk kesehatannya. Beruntunglah ia pernah belajar kanuragan sejak masih lajang. Sisa-sisa kekebalannya diceritakan dengan cukup konyol.
"Waktu kami rame-rame menengok Mbah Komar, dokter Barid mengeluh. Zaman dulu dokter sendiri yang menyuntik dan dokter Barid bilang selalu gagal menyuntik Mbah Komar karena kulitnya atos (keras) sekali," kata Priyanto yang juga cucu dari Komarudin.
Tahun 1973, Mbah Komar mengembuskan napasnya yang terakhir di Kotagede. Jenazahnya dikebumikan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Yogyakarta. (*)
