
Kopi Terbaik Nusantara Mejeng di Gelaran Jogja Coffee Week 2022
- BANTUL, Jogjaaja.com - Berbagai macam jenis kopi dari penjuru Nusantara unjuk gigi dalam gelaran Jogja Coffee Week 2022 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (3/9/2
News
BANTUL, Jogjaaja.com - Berbagai macam jenis kopi dari penjuru Nusantara unjuk gigi dalam gelaran Jogja Coffee Week 2022 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (3/9/2022).
Salah satu yang menarik adalah Wilis Van Java Coffee, yang menyajikan kopi khas lereng Gunung Wilis, Madiun Jawa Timur.
Pemilik Wilis Coffee Van Java, Samuel, menyebut bahwa pihaknya membawa kopi kualitas terbaik dalam gelaran ini. Bahkan, salah satu produk kopi arabica mereka, pernah meraih penghargaan.
“Kopi arabica kami juara satu nasional dalam gelaran Jogja Trade Expo di Malioboro tahun lalu,” ujar pria yang akrab disapa Uncle Sam tersebut, Sabtu (3/9/2022).
Ia bercerita, kopi Wilis yang ia bawa ke gelaran ini, memiliki sejarah panjang. Menurut Uncle Sam, adanya kopi Wilis berakar dari ekspolitasi Belanda pada masa penjajahan.
“VOC dahulu punya 2446 hektar lahan di sekitar Gunung Wilis. Maka, mereka meminta petani di enam kabupaten untuk menanaminya kopi. Jadilah kopi Wilis,” tuturnya.
Ia pun berharap, dengan berefleksi dari sejarah panjang tersebut, ke depannya industri kopi akan semakin dilirik dan kesejahteraan para petani kopi di Gunung Wilis bisa lebih baik lagi.
“Visi saya adalah ‘from local to global’, dari Wilis ke dunia,” pungkasnya.
Apa yang diharapkan Uncle Sam juga diamini Adit, salah satu barista Tanamera Kopi, yang juga menyediakan stan di Jogja Coffee Week.
Menurutnya, setelah dua tahun mati suri akibat pandemi Covid-19, kini industri kopi mulai kembali menggeliat.
“Masa pandemi, banyak coffee shop gulung tikar,” katanya.
“Kini, warung-warung kopi mulai kembali buka, bahkan banyak gerai-gerai baru bermunculan. Harapannya, dengan adanya event ini, akan makin meningkatkan antusiasme masyarakat akan kopi itu sendiri,” ujar Adit.
Tanamera Kopi sendiri merupakan waralaba coffee shop yang berdiri sejak 2013 lalu, yang terkenal dengan sajian kopi arabika.
Kopi arabika di Tanamera Coffee bahkan sering mendapat penghargaan internasional.
Selain Wilis Van Java dan Tanamera Coffee, masih ada ratusan stan kopi lain di lokasi. Kopi-kopi ini berasal dari berbagai daerah, seperti Luwu, Sulawesi Selatan; Aceh, dan sejumlah wilayah lainnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Jogja Coffee Week 2022, Rahadi Sapta Abra, bahkan mengatakan bahwa antusiasme ini sekaligus merepresentasikan betapa industri kopi memang jadi primadona hari ini.
Bahkan, katanya, di DIY saja ada sekitar 3.000 gerai kopi tersebar.
“Jumlah ini jauh lebih tinggi ketimbang beberapa kota besar lain di sekitar Yogyakarta, seperti Semarang yang jumlah kedai kopinya hanya sekitar 700 kedai dan Solo dengan jumlah kedai kopi sebanyak 400 kedai,” paparnya, saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu (3/9/2022).
Menurut Abra, jumlah itu belum termasuk angkringan, yang menurutnya juga bisa diklasifikasikan sebagai kedai kopi.
Jika angkringan ikut dimasukkan, maka jumlahnya menjadi 9.000 kedai, karena jumlah angkringan di DIY sampai saat ini ada sekitar 6.000.
- Pasar Lawas Mataram, Jadi Pengobat Kerinduan Pengunjung Akan Kuliner Tradisional
- DPP Kota Yogyakarta Mulai Tertibkan Hewan Liar Mulai 2023
- 3 Cara Mudah Simpan Video Youtube Mp3 dan Mp4 untuk Didengar di HP dan Laptop
“Karena banyaknya kedai kopi, Jogja layak menyandang gelar kota kopi,” pungkasnya. (Eff)
