
Korban Robot Tranding DNA Pro Ini Malah Tekor Rp25 Miliar
- Dua orang korban robot tranding DNA Pro menyambangi Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri bersama kuasa hukumnya, Riki Ricardo terkait dugaan investasi bodong dengan total kerugian sebesar 25 miliar.
Ekonomi, Fintech & UMKM
JAKARTA - Dua orang korban robot tranding DNA Pro menyambangi Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri bersama kuasa hukumnya, Riki Ricardo.
Hal ini terkait dugaan investasi bodong dengan total kerugian sebesar Rp25 miliar.
Kedua korban dijanjikan profit yang tinggi oleh DNA Pro yaitu 20% per bulan, yang paling penting bahwa DNA Pro menjanjikan bisa withdraw anytime atau bisa tarik dana kapan saja, DNA Pro juga menjamin bahwa Robot tranding yang mereka jalankan adalah Robot tranding legal yang diantur oleh otoritas terkait.
- Uniknya Masjid Puro Pakualaman Yogyakarta
- Stok Bahan Pangan Cukup, Migor Curah Masih Langka Karena Hal Ini..
- Crazy Rich Asal UEA ini Sulap Hummer Menjadi Mobil Raksasa
- Kementerian Kominfo Blokir 4.220 Situs Komersial Bermasalah, Termasuk Dua Platform Ini
"Mereka menjamin bahwa kegiatan robot trading yang mereka jalankan adalah legal diatur otoritas terkait. Namun belakangan, diketahui dari satgas satuan investasi dan Bareskrim maupun Bappebti juga sudah melakukan penindakan terhadap kegiatan robot trading ini. Atas dasar tersebut para korban baru tersadar apa yang dijanjikan itu tidak benar," ujar Riki di Bareskrim pada Selasa, (05/04/2022).
Namun pada kenyataanya PT DNA Pro Akdemik sudah disegel dan ditutup oleh kementerian perdagangan dan Dittipideksus Bareskrim Polri pada Januari 2022, karena tidak memiliki izin seusai dengan bidang usahanya.
“Bahkan di Januari pun kami masih masukin dana, karena kami masih yakin banget habis ada acara dan mereka meyakinkan kami banget. Dan akhir Januari mendadak ditutup. Total itu aku dan adik sepupu Rp 25 miliar,” ujar wendy salah satu korban seperti dikutip dari laman resmi TrenAsia.com jaringan media Jogjaaja.com
Korban juga mengaku bahwa sempat mengikuti beberapa acar besar yang dibuat oleh DNA Pro secara offline di Bali dan Surabaya.
- Tren Tahunan, Dari Mana Tradisi April Mop Sebenarnya?
- Tanpa Jeda Iklan, Ini Cara Download Video dengan YouTube Vanced
- Ini Dia, Cara Rahasia Agar Akun TikTok Mendapat Centang Biru Sebagai Akun Verified Resmi
Korban juga mengaku bahwa mereka sempat meraup keuntungan, namun korban tidak menyebutkan nominal keuntungan yang didapatkan.
