
Kuartal III/2021, Laba Bersih Kimia Farma (KAEF) Meroket 711 Persen
- Emiten farmasi pelat merah, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal III-2021 sebesar Rp301,93 miliar, naik 711,71% dari periode yang sama tahun sebelumnnya.
Ekonomi, Fintech & UMKM
JAKARTA - Emiten farmasi pelat merah, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal III-2021 sebesar Rp301,93 miliar, naik 711,71% dari periode yang sama tahun sebelumnnya.
Dilansir dari laporan keuangan perseroan, peningkatan laba perseron disokong oleh penjualan bersih KAEF dengan peningkatan 34,74% dari Rp7,045 triliun pada kuartal III-2020 menjadi Rp9,493 triliun di periode yang sama tahun ini. Demikian dikutip dari laman resmi TrenAsia.com jaringan media Jogjaaja.com
Penjualan tersebut didapatkan dari didorong paling banyak oleh pendapatan penjualan produksi pihak ketiga obat ethical sebesar Rp2,360 triliun, kemudian penjualan produksi entitas obat generik mengatongi Rp1,507 triliun.
Selain itu pada pendapatan perseroan di kuratal III-2021, perseroan mengantongi hasil dari penjualan vaksin sebesar Rp931,1 miliar yang belum terdapat pada tahun sebelumnya.
- Kolaborasi Bhinneka dan UNIKOM Bandung Luncurkan Campus Marketplace Unikommart.Bhinneka.com
- Pemerintah Segera Revisi Lagi Aturan JHT Sesuai Permenaker Tahun 2015
- Kementerian PUPR Genjot Penggunaan Produk Dalam Negeri pada 2022, Ini Maksudnya
- Begini, Sejarah Global Toyota Voxy Sejak 2001 Hingga Gen-4 2022
Di sisi lain, perseroan juga mencatatkan jumlah kenaikan aset dari Rp17,562 triluun menjadi Rp18,845 triliun pada menguat 7,30% pada kuartal III-2021, dengan perolehan aset lancar sebesar Rp7,383 trilun, sedangkan aset tidak lancar mencatatkan Rp11,462 triliun.
- Optimalisasi Mitigasi Bencana, Bendung Kali Gendol Dipetakan Lewat Drone
- Fakta Penyelidikan Kasus Binomo yang Seret Influencer Indra Kesuma
- Akulaku Raih Suntikan Dana Segar Rp1,43 Triliun dari Siam Commercial Bank Thailand
Sementara itu, liabilitas Kimia Farma memperoleh Rp11,605 triliun naik 10,97% dari Rp10.457 triliun. Kemudian jumlah ekuitas perseroan sebesar Rp7,240 trilun dari Rp7,105 trilun naik 1,89%.
