
Kulineran Sang Raja, Ingin Melayani Pelanggan Layaknya Raja
- JOGJAKARTA adalah surganya kuliner. Setiap hari ada saja menu baru yang disajikan bagi masyarakat. sampai tak terhitung jumahnya. Mulai tradisional sampai yang
Sleman
JOGJAKARTA adalah surganya kuliner. Setiap hari ada saja menu baru yang disajikan bagi masyarakat. sampai tak terhitung jumahnya. Mulai tradisional sampai yang modern. Semuanya memiliki pasar tersendiri di Provinsi DIY.
Yang terbaru adalah Kulineran Sang Raja yang menawarkan menu tradisional Yogyakarta, yaitu Aneka Bakmi Jawa. Warung yang baru buka beberapa bulan terakhir ini menampilkan menu bakmi goreng, bakmi godog dan nasi goreng.
Menu yang ditampilkan mulai harga Rp20 ribuan dan tetap menggunakan telur bebek dalam setiap pengolahannya. Sedangkan minuman pendampingnya ada bajigur, wedang uwuh, wedang jahe, sekoteng dan aneka wedangan tradisional lainnya dengan harga tetap ekonomis.
- Cek Ada Lima Rekomendasi Drama Korea Terbaik
- 7 Tempat ini Paling Instagramable di Queens New York
- Kurang 10 Perusahaan, Masih Ada Anggota AAJI Belum Memenuhi Ekuitas Minimum
- Amerika Serikat Bersiap Mundur dari Irak
"Saya kelahiran Bangka Tahun 1970 dan mulai masuk Jogja pada tahun 1990. Saat di Jogja, benar-benar from zero dan terlunta-lunta di Terminal Lawas Umbulharjo. Sampai pada akhirnya sukses membangun PT Pespna Cipta. Namun, Saya tidak mau diam, hingga akhirnya membuka usaha baru di bidang kuliner dengan menggunakan nama Kulineran Sang Raja," ungkap Pemilik Kulineran Sang Raja sekaligus Direktur Utama Pesona Cipta H Eko Prayitno SE, MBA saat temu wartawan di warung bakminya di kawasan Jalan Damai Yogyakarta, Sabtu (27/1).
H Eko menuturkan awalnya menjual bakmi dan tidak percaya diri saat menggunakan nama 'Sang Raja". Sebab, menurut beberapa koleganya nama yang diusung terlalu berat dan dianggap tidak hoki untuk merk dagang. Bahkan, ada yang menuding seakan-akan menyamai kedudukan Raja (Sri Sultan HB X). Namun, semua hal itu dianggap angin lalu dan tetap mengusung nama yang spontan tercetus dalam fikirannya.
"Bisnis kulineran itu sangat kompetitif namun tetap bergairah. Mengusung konsep kenyamanan bagi tamu dan tetap menjunjung tinggi para tamu itu ibarat raja, Saya tetap melanjutkan usaha. Pelanggan itu adalah raja yang harus senantiasa dilayani dengan baik. Sampai saat ini sudah ada warung kedua di kawasan Jenderal Sudirman (belakang gedung KFC) dengan tambahan menu soto sapi, bubur dan lontong opor atau soto ayam. Ada juga bebek goreng dan tahu gimbal," ungkapnya.
H Eko menjelaskan demi memikat pelanggan dengan rasa, Dia menggaet eks cheft dari hotel berbintang untuk menyajikan semua menu masakannya, terutama bakmi. Karena itu, mampu menyajikan menu bakmi rasa bintang lima dengan harga kaki lima. Sebagai pendamping disajikan menu ayam rempah dan kambing guling khas bali.
"Saya ingin memperkenalkan kuliner nusantara sampai dunia. Dengan rasa yang oke, suasana nyaman dan asri, meski menu sederhana, bakmi dan menu lainnya bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Saat ini sudah ada cabang di Surabaya dan Batam dengan menu utama aneka bakmi jawa dan nasi goreng," imbuhnya.
H Eko menjelaskan warungnya optimistis terus berkembang karena memiliki trik istimewa yang tidak dimiliki pegusaha lain. Misalnya, selalu mengundang tokoh penting untuk makan bersama, mengundang selebgram dan influencer lain demi mengikuti perkembangan pemasaran digital.

"Setiap malam, warung di sini selalu ramai. Itu baru satu trik saja dan masih ada trik rahasia lainnya. Saya terobsesi dengan tokoh Abunawas yang memiliki kecerdikan dalam menyelesaikan masalah. Saya juga ingin membantu pengusaha lain agar from zero menjadi hero.
Rasa Gurih dan Nyamleng
Menikmati seporsi bakmi godong di sela hujan saat ini memang terasa nikmat. Kehangatan suasana bisa dirasakan lantaran bakmi yang disajikan tergolong istimewa. Keharuman aroma bumbu sudah tercium. Bahkan, saat mulai diracik dan saat dimasak oleh cheft yang bukan kaleng-kaleng. Kuah berkaldu kental langsung menyengat hidung untuk menyantapnya.
Benar saja, begitu mencicipi lidah terasa bergoyang nikmat. Ditambah kekenyalan mie yang bikin keroncongan. Uniknya satu porsi bakmi godog tersaji dengan telur bebek setengah matang utuh. Satu telur bebek lainnya tercampur dengan kuah kaldu dan bumbu rahasia. Warna oranye manya telur tersebut mampu membuat mata menari-nari untuk segera menandaskannya.
- Wajib Diketahui, Inilah Tren Desain Web di Tahun 2024
- Cek Rekomendasi Tempat Belanja Printilan K-Pop di Seoul
- Menggoda Dengan Warna-Warni, Skutik Callisto 125 Resmi Mengaspal di Jogja
"Rasanya memang lezat. Telur bebek setengah matangnya bikin cantik dan rasanya tak ingin memecahkannya. Namun, kuatnya kuah kaldu ditambah lelehan telur itu semakin menambah lezatnya bakmi godog ini. Rasanya nyamleng dan cocok di santap bersamaan deras hujan saat ini," ungkap salah satu rekan media saat menikmati bakmi ditemani secangkir wedang uwuh hangat. (*)
