Sleman

Lagi, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2,5 KM

  • SLEMAN,Jogjaaja.com -  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas
Sleman
Ties

Ties

Author

SLEMAN,Jogjaaja.com -  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas sejauh 2,5 kilometer (KM) pada Minggu (9/1/2022) sekira pukul 13.35 WIB.

"Awan panas guguran Merapi tanggal 9 Januari 2022 pukul 13.35 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 31 mm dan durasi 204 detik. Jarak luncur 2.500 m ke arah barat daya. Arah angin ke timur," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida.

Hanik menyebut, kondisi puncak Merapi juga terpantau mengalami hujan sejak pukul 13.17 Wib. Intensitas hujan tercatat dengan total curah hujan 18 mm dan saat ini hujan masih berlangsung.

"Masyarakat yang beraktivitas di sungai-sungai yang berhulu di Merapi agar mewaspadai bahaya lahar hujan," ucapnya.

Sepanjang pekan lalu yakni sejak 30 Desember 2022 sampai 6 Januari 2022, Gunung Merapi teramati mengalami guguran lava sebanyak 69 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.

"Pekan lalu, kegempaan Merapi ada 31 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 135 kali gempa Fase Banyak (MP), 1029 kali gempa Guguran (RF), 38 kali gempa Hembusan (DG), dan 4 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu masih cukup tinggi," katanya.

Pihaknya menambahkan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Tenggara–Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan  sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," kata Hanik.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan  di seputar G. Merapi.

"Aktivitas penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan," pungkas dia.