<p>PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) resmi beroperasi mulai 1 Februari 2021 / Dok. Bank Syariah Indonesia</p>
Ekonomi, Fintech & UMKM

Layanan BSI Mobile Normal, Nasabah Lega

  • Corporate Secretary BSI, Gunawan Arief Hartoyo, mengatakan layanan BSI Mobile bakal dapat segera digunakan kembali oleh nasabah secara bertahap.
Ekonomi, Fintech & UMKM
Ties

Ties

Author

JAKARTA, Jogjaaja.com—Layanan mobile banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mulai dapat diakses para penggunanya pada Selasa 9 Mei 2023 sore. Penyelesaian gangguan akses tersebut membuat para nasabah lega. Sebelumnya BSI Mobile sempat tidak bisa diakses sejak Senin 8 Mei 2023 pagi.

Pantauan TrenAsia, Selasa pukul 16.00 WIB, aplikasi BSI Mobile sudah dapat beroperasi seperti biasa. Namun akses menuju sejumlah fitur seperti “Info Rekening” dan Transfer” masih terkendala waktu tunggu yang lama. Terkadang kendala akses juga masih muncul ketika TrenAsia mencoba masuk kembali ke aplikasi. 

Sebelumnya layanan ATM maupun kantor cabang BSI mulai pulih setelah mengalami gangguan. Corporate Secretary BSI, Gunawan Arief Hartoyo, mengatakan layanan BSI Mobile bakal dapat segera digunakan kembali oleh nasabah secara bertahap. “Saat ini nasabah telah dapat melakukan transaksi di ATM maupun kantor cabang BSI,” ujar Gunawan dalam keterangan terkini, Selasa. 

Pihaknya mengaku telah melakukan pemeliharaan sistem untuk mengurai gangguan yang terjadi. Menurut Gunawan, butuh waktu untuk melakukan penyesuaian sehingga layanan tidak dapat diakses sementara. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” imbuh Gunawan.  

Sejumlah nasabah BSI mengaku lega setelah mendengar transaksi dapat kembali dilakukan di sejumlah layanan. Mereka berharap BSI terus mengembangkan sistem agar kejadian serupa tak terulang di kemudian hari. “Alhamdulillah. Akan terus dukung BSI walau belum sempurna,” ujar pengguna akun Instagram @alhamdany_fajar di kolom komentar akun BSI.

BSI Mobile sempat diduga terserang malware berupa ransomware lantaran gangguan terjadi cukup lama. Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, menyebut ada kemungkinan basis data bank sulit diakses jika layanan seperti mobile banking terkendala. Alfons menjelaskan salah satu penyebab basis data sulit diakses adalah perangat penyimpanan data yang rusak. 

Namun dia menyebut mestinya perbankan memiliki cadangan data sehingga gangguan tersebut dapat dipulihkan hanya dalam hitungan jam. “Kalau melihat kasus ini, di mana recovery sedemikian lama, patut diduga hal yang lebih serius terjadi. Salah satu kemungkinan adalah serangan ransomware,” ujar Alfons dikutip dari Cyberthreat.id.