UMKM

Lewat Mini Soccer, Lincah.Id Ingin Sehatkan Komunitas Seller

  • Sleman, Jogjaaja.com - Lincah.Id sebagai agregator pengiriman barang tanpa marketplace mengadakan pertandingan minisoccer dengan mengundang 16 tim yang merupaka
UMKM
Leon

Leon

Author

Sleman, Jogjaaja.com - Lincah.Id sebagai agregator pengiriman barang tanpa marketplace mengadakan pertandingan minisoccer dengan mengundang 16 tim yang merupakan seller atau penjual. Pertandingan dilaksanakan di JEC Muni Soccer and Cafe Yogyakarta, Sabtu (30/8,).

"Tim Berasal dari Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Kuningan dan Lampung. Melalui COD cup : Laga Merdeka 2025, Lincah.Id ingin menyehatkan komunitas produsen atau penjual (seller)  selama ini mengalami kerugian akibat adanya sistem COD ( Cash onyar Delevery) dimana apabila barang sampai kepada penerima lantas membatalkan sampai menolak membayar pesanan barang tersebut, " kata CEO and Founder Lincah.Id Yudha Trisna kepada media.

Yudha menjelaskan selama ini Lincah. Id telah mengirimkan 20 juta barang milik seller yang sebagian besar adalah UMKM. Namun timbul permasalahan sistem COD yang merugikan seller sampai kurir. Padahal sistem COD dimaksudkan untuk memudahkan transaksi dan meningkatkan transaksi melalui marketplace.

Yang terjadi selama ini, kata Yudha pemesan tidak mau mbayar atau membatalkan transaksi padahal barang yang di pesan sudah sampai di alamat pemesan. Akibatnya seller sudah mengeluarkan biaya pengiriman bahkan kurir tidak mendapatkan komisi saat mengantarkan barang.

"Pembatalan pemesanan atau barang pesanan tidak dibayar menimbulkan kerugian sampai 25 persen di sistem cashflow seller sehingga mengganggu sistem produksi. Lincah.id hadir untuk mengatasi masalah ini dengan memberi dana talangan kepada seller untuk menjamin semu pesanan meski belum dilakukan pembayaran oleh pemesan," imbuh Yudha.

Yudha menerangkan Lincah.Id akan memperketat KYC atau Know Your Customer sampai.memiliki sistem skoring terhadap konsume. Pemesan nakal atau sering berbuat membatalkan atau tidak mau membayar pesanan dapat diketahui sejarah dan terpantau perbuatannya sehingga bisa melindungi para seller dan melindungi transaksi pesanannya.

"Mau iseng atau tidak sengaja bisa terdeteksi. Bisa diketahui cepat pesanan layak dikirim atau tidak guna mengantisipasi  order fiktif. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi solusi dari keseluruhan masalah sistem pembayaran COD selama ini," pungkasnya.

Muhammad Iqbal sebagai Komisaris Lincah. Id setiap tahun mengumpulkan para seller dengan kegiatan berbeda. Pada tahun sebelumnya mengadakan masak besar bersama dengan mengundang Bobon Santoso hingga mangunsang  Sheila on 7. Sedangkan tahun ini mengakan mini soccer.

Iqbal menyampaikan Lincah.id berpusat di Cepit Kabupaten Bantul dan tidak membutuhkan kantor cabang karena berbasis website. Berdasarkan data perilaku konsumen nakal itu lebih banyak di luar Jawa seperti Nusa Tenggara Barat karena membutuhkan waktu beberapa hari agar pesanan datang. Sedangkan di Jawa biasanya di Kepulauan Seribu akibat kesulitan melakukan pembayaran menggunakan QRIS.
Pemilik brand atau seller skincare asal Surabaya Fathur Huda mengakui lebih menyukai sistem pembayaran penuh melalui transfer yang disediakan marketplace. Namun sistem ini digantikan oleh COD dan mengalami berbagai kendala. 

Sampai akhirnya bergabung dengan Lincah.Id dan justru mengalaminpeningkatan pesanan tanpa ada rasa kekuatiran barangbakan dibatalkan atau malah tidak dibayar oleh konsumen.